3 Aturan Khusus Masa Pandemi Commuter Line Yang Sering Dilanggar Penumpang

3 Aturan Khusus Masa Pandemi Commuter Line Yang Masih Sering Dilanggar

Pandemi Covid-19 yang sudah merenggut ratusan ribu jiwa di seluruh dunia menyebabkan banyak pihak harus mengeluarkan berbagai aturan khusus untuk mencegah penularannya. Salah satunya adalah PT KCI atau Kereta Commuter Indonesia, penyelenggara angkutan massal kereta komuter di Indonesia.

Sejak pandemi Covid bermula di perempat pertama tahun 2020, Commuter Line sudah mengeluarkan beberapa aturan khusus yang harus diikuti pengguna jasanya. Aturan khusus ini dibuat untuk memastikan penularan virus berbahaya tersebut tidak terjadi di lingkungannya.

Beberapa di antaranya adalah kewajiban pengecekan suhu, pemakaian masker, sampai pembatasan usia pengguna pada jam-jam tertentu. Semua aturan khusus ini dibuat untuk menunjang upaya pemerintah mengurangi terjadinya potensi penularan antar penumpang di stasiun dan di dalam kereta.

Sayangnya, upaya tersebut sepertinya masih kurang didukung oleh banyak pengguna jasanya. Tidak sedikit penumpang yang tidak mengindahkan adanya aturan-aturan khusus tersebut selama menggunakan Commuter Line.

Tiga aturan yang paling sering dilanggar oleh penumpang adalah

1> Larangan berbicara di dalam kereta

Salah satu cara penularan virus Corona adalah melalui droplet air liur yang keluar saat berbicara, bersin, atau batuk. Oleh karena itulah, sejak Juni 2020 yang lalu, pengelola Commuter Line melarang penumpang kereta berbicara baik secara langsung dengan penumpang lain atau lewat telepon genggam.

Sayangnya, dalam kenyataan, masih saja banyak penumpang bandel yang tidak mematuhinya. Padahal, announcer di dalam kereta berulangkali mengumumkan tentang larangan tersebut.

Tetap saja, banyak sekali penumpang yang berbicara dengan penumpang lain atau melalui smartphone mereka.

Bodoh bukan?

2> Memakai baju lengan panjang

Baju lengan panjang atau jaket akan mengurangi potensi virus bersentuhan langsung dnegan kulit manusia. Pada akhirnya, hal itu akan mengurangi potensi tertularnya seseorang.

Untuk itulah, PT KCI mengeluarkan himbauan dan aturan supaya penumpangnya mengenakan baju lengan panjang, sweater atau jaket.

Masalahnya adalah para penumpang banyak yang tidak mau mematuhinya. Mereka tetap saja menggunakan baju lengan pendek. Tidak sedikit yang mengakali dengan cara memakai jaket saat masuk stasiun dan kemudian membukanya setelah berada di dalam stasiun.

Panas dan gerah alasannya.

Rupanya banyak yang lebih takut gerah daripada tertular penyakit yang mematikan itu.

3> Physical distancing

Physical distancing atau jaga jarak adalah salah satu kunci utama dalam mencegah perpindahan virus Corona. Protokol kesehatan ini bukan hanya harus dilakukan di transportasi umum, tetapi di semua tempat lainnya.

Menyebalkannya, banyak sekali penumpang yang tidak mengacuhkan prokes ini. Mereka sering bergerombol ketika hendak masuk kereta. Tidak sedikit juga penumpang yang tetap berdekatan dengan penumpang lainnya hanya sekedar untuk mengobrol.

Bodoh dan berbahaya sebenarnya.

Bukan sesuatu hal yang menyenangkan membaca berita bagaimana angka korban virus ini terus bertambah setiap hari. Hal itu menandakan bahwa penularan bukan terhenti tetapi terjadi semakin cepat dan mengambil korban lebih banyak.

Sayangnya, untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi, butuh kesadaran dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti aturan khusus yang ada. Pelanggaran dan pengabaian yang dilakukan terhadap 3 hal ini dapat memberikan imbas buruk bagi semua orang.

Sesuatu yang sangat menyebalkan untuk melihatnya terus berlangsung.

#Stay safe dan jaga kesehatan!