Mengapa Bentuk Heksagonal yang Lebah Pilih Untuk Sarangnya?

sarang lebah madu

Bukan rahasia lagi. Banyak keistimewaan pada lebah madu yang dapat kita jadikan contoh dalam menjalani hidup sehari-hari. Selain sebagai penghasil madu yang memiki banyak manfaat bagi semua orang, juga karakter-karakter lainnya yang dimiliki oleh serangga ini sering dijadikan model baik untuk perilaku manusia. Dan, banyak lagi sifat-sifat dari lebah madu ini yang dapat dijadikan sebagai pelajaran yang berharga.

Mongngomong, pernah memperhatikan sarang lebah madu, ga? Pastinya sudah, lha, ya! 😀
Tentunya, sudah kita ketahui pula bahwa sarang yang terbentuk dari kumpulan bentuk heksagonal mini itu dibuat oleh lebah untuk menyimpan madu. Tapi, pernah terlintas satu pertanyaan, ga?..Kenapa bentuk heksagonal (segi enam) yang dipilih oleh lebah? Bukan segi empat atau segitiga? 😀

Ternyata, ada alasannya, lho! Alasannya seperti ini :

Jika melihat luasnya, maka perbandingan luas antara segitiga, segi empat, dan segi enam yang kelilingnya sama panjang adalah 1 : 1,3 : 1,5. Itu artinya, untuk keliling yang sama panjang, heksagonal memiliki luas yang paling besar. Dan, tentunya, bagi lebah, ini sangatlah penting. Karena, dengan bahan yang lebih sedikit, ia akan memperoleh tempat yang lebih luas untuk sarangnya. Dan, oleh para ahli teknik bangunan pun menyatakan bahwa struktur heksagonal merupakan struktur yang sangat kuat.

Sarang heksagonalnya banyak yang mengatakan sebagai salah satu bukti kecedasan serangga ini. Apalagi, lebah madu sudah terkenal sebagai serangga yang cerdas. Bahkan, penelitian terbaru menemukan bukti-bukti bahwa lebah madu dapat memecahkan soal matematika. Hal ini tentunya semakin membuktikan akan kebesaran Sang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Iye, kan? 😀

Sumber : Intisari, Januari 2006

Leave a Comment