Obeah : Tradisi Santet A la Jamaika

Obeah Tradisi Santet A la Jamaika
Ilustrasi

Cinta ditolak dukun bertindak. Anekdot yang mencerminkan sebuah tradisi dalam masyarakat Indonesia tentang keberadaan santet. Biasanya, seseorang akan pergi ke dukun ketika ia merasa disakiti dan meminta sang dukun untuk membacakan doa atau mengirim “sesuatu” kepada orang yang menyakitinya agar ditimpa musibah.

Budaya seperti ini bukanlah monopoli masyarakat Indonesia saja. Di banyak negara praktek perdukunan ini ada, meski banyak yang secara resmi melarang.

Salah satu di antara negara-negara dimana praktek ini masih ada adalah di Jamaika, sebuah negara kepulauan di wilayah Karibea. Disana dikenal sebuah tradisi bernama Obeah.

Obeah sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem kepercayaan dan tidak melulu hanya berkaitan dengan santet. Pelaksanaannya juga bisa dipergunakan untuk sebuah usaha penyembuhan alternatif.

Seseorang yang merasa sakit atau tersakiti akan mendatangi seorang obeah-men yang kira-kira sama dengan dukun di Indonesia. Ia akan meminta doa dari orang tersebut baik untuk disembuhkan penyakitnya atau untuk mengutuk orang yang dikehendakinya.

Tentu saja tidak gratis karena yang menggunakan jasa obeah-men harus membayar.

Obeah sendiri di negara tersebut sudah dilarang untuk dipraktekkan karena dianggap sebagai sebuah ilmu hitam. Meskipun demikian, pada pelaksanaannya, sebagian masyarakat disana masih mempraktekkan tradisi ini dan sejauh ini belum ada yang pernah berurusan dengan hukum karena melakukannya.

Bagaimanapun, praktek ilmu hitam dimana-mana susah untuk dibuktikan. Mereka “ada” tapi “tiada”

Sharing is caring!