Mau Berhenti Melupakan Dia Yang Tidak Membalas Cintamu?

Mau Berhenti Melupakan Dia Yang Tidak Membalas Cintamu?

Seringkali kita harus berusaha meyakinkan diri sendiri untuk menerima kenyataan ketika kita menyadari perasaan kita tak berbalas. Dan, usaha itu ternyata membutuhkan waktu dan juga menyita pikiran.

Tersimpan harapan dan keinginan kita lah yang terkadang membuat kita sulit untuk menerima kenyataan itu. Padahal, mungkin, jelas-jelas sikap atau bahkan orang orang yang hatinya kita tuju itu telah menyatakan bahwa dia tak memiliki rasa yang sama dengan kita. Tapi, entah bagaimana, kita serasa sulit untuk menerimanya.

Hal itu tentulah sangat menggangu. Ada rasa malu di samping rasa kecewa dan sedih. Juga rasa tidak berharga, tidak berarti, tak pantas untuk dicintai.
Tetapi, sebenarnya, hal penting yang harus kita sadari saat itu, adalah bahwa kita harus tetap merasa diri kita berharga dan memiliki arti. Tak ada seorang pun yang bisa menjadi tolok ukur apakah kita patut dicintai atau tidak.

Hal yang penting lainnya yang harus kita ingat, adalah bahwa kita harus sadar bahwa kita dapat melakukan apapun yang kita kehendaki, Tetapi, kita tak bisa memaksakan seseorang untuk menumbuhkan rasa cinta kepada kita.

Meski pada akhirnya kita menyadari bahwa cinta kita tak berbalas, tetapi kita terkadang masih belum bisa berhenti memikirkan ‘orang’nya. Karena, kita masih memiliki rasa kepada orang itu.

Saya pernah dua kali menjalin hubungan tetapi kemudian saya ditinggalkan. Saya juga pernah merasakan jatuh cinta kepada seseorang yang saya tahu dia tak memiliki rasa yang sama terhadap saya.

Dari beberapa pengalaman itu, akhirnya saya menarik beberapa pelajaran yang mungkin dapat membantu bagi yang sedang menyukai seseorang, terutama ketika rasa sukanya tak berbalas.

Kita tentunya memiliki alasan mengapa kita memutuskan untuk berhenti memikirkan orang yang kita sukai. Dan, tentunya, alasannya sangatlah banyak sekali. Penyebab kita memutuskan untuk berhenti memikirkannya itu tentunya telah membuat kita bersedih, hilang keceriaan, dan bahkan depresi. Rasa-rasa seperti itu tentunya sangat membuat diri sendiri merasa tidak nyaman. Dan, sudah pasti, bahwa tubuh dan pikiran secara alami akan berusaha mencari sesuatu yang membuat nyaman.

Okehlah, sekarang, saya akan memberitahu apa saja yang telah saya lakukan untuk melupakan orang yang tidak membalas cinta saya itu.

1. Menerima kenyataan

Yup, menerima kenyataan emang kunci untuk segala sesuatu. Dengan menerima kenyataan, kita jadi tahu apa saja yang selanjutnya harus kita lakukan. Iya, kan? Jangan mencoba untuk mengingkari kenyataan. Kenyataannya, dia tidak memerlukan kita.

Gunakan 2 sampai 3 hari untuk merenungkan hal itu sampai kita merasa jenuh. He..he..(mudah-mudahan waktu segitu cukup..Kalau merasa masih kurang, bisa diperpanjang..Tapi, tidak untuk selamanya. Tapi, usahakan sesegarA mungkin!). :-)) Setelah merasa jenuh, kita jadi bisa untuk mengikhlaskan rasa yang kita miliki dan melanjutkan kehidupan kita lagi.

2. Jangan mengabaikan rasa rindu

Jangan menampik kenyataan bahwa di dalam hati kita masih merindukannya. Jangan juga memaksakan diri untuk melupakan dirinya. Karena, semakin kita memaksakan diri untuk mengingkari keberadaannya, semakin pikiran dan hati kita akan selalu memikirkannya. Yang semestinya dilakukan adalah tetap fokus kepada cara-cara untuk mengatasi dampak yang timbul ketika rasa rindu itu datang melanda.

3.Berusaha ikhlas

Biasanya, ketika kita memutuskan untuk berhenti memikirkannya, rasa rindu akan semakin memburu. Ada rasa yang tidak ikhlas ketika kita memikirikan bahwa kita akan kehilangan rasa suka kepadanya. Sehingga, alih-alih untuk melupakannya, nanti kita malah sibuk berusaha mempertahankan rasa kita terhadapnya. Sementara, pada kenyataannya, kita tahu, rasa kita ini tidak mendapat sambutan darinya.

Jadi, ya, sebaiknya, kita belajar melepas rasa yang kita miliki untuknya itu. Tokh, tak berbalas. Sehebat-hebatnya rasa yang kita punya untuknya, jika tak mendapat balasan darinya, tidaklah akan berarti apa-apa. Jadi, ikhlaskanlah! 😀

4. Jangan berusaha untuk menghubungi atau bertemu dengannya

Sehebat apapun keinginan kita untuk berkomunikasi dengannya, usahakan untuk sehebat apapun juga untuk menahannya. rasa rindu akan terus muncul. Dan, biasanya, karena dorongan rasa rindu itu, kita jadi berandai-andai. Setelah berandai-andai, kita jadi lebih memikirkan bagaimana caranya untuk tetap berkomunikasi dengan dia. Bahkan, kalau bisa, kita jadi merancang pertemuan dengannya lagi.

Dalam keadaan seperti itu, segeralah untuk ingat akan kenyataannya lagi; “Si dia tidak membalas cinta kita”. Apapun usaha kita, nanti akan terkesan dipaksakan. Belum lagi jika si dia malah jadi merasa sebal karena kita terkesan memaksakan kehendak.


Dan lagi, usaha kita untuk behenti memikirkannya akan ‘gatot’, alias gagal total. Daripada kita berencana untuk tetap berusaha menjalin komunikasi dengannya, lebih baik kita memikirkan yang sedang kita usahakan saat ini, yaitu bagaimana untuk berhenti memikirkannya. 😀

Tetapi, usahakan, berbicara dengan teman ini, untuk satu atau dua kesempatan saja. Sekedar untuk berbagi kesedihan yang sedang kita alami. Karena, jika terlalu sering, nanti pikiran kita hanya melulu diisi topik tentang dia.

5. Berbicara dengan teman

Kalau keinginan untuk berbicara dengannya itu sangat tidak tertahankan, hubungi teman. Ceritakanlah masalah cinta yang sedang kita hadapi. cieeee, masalah cinta..:-)) Biasanya, teman kita pun akan menceritakan pengalaman yang serupa. Jadi, kita akan merasa sedikit tenang, karena yang mengalami bukan hanya kita seorang. Ha..ha..(kan, biasanya emang seperti itu, bukan? Ketika, kita mendapati orang lain juga mengalami hal yang sama tidak enaknya dengan yang kita alami, biasanya kita akan merasa lega. Kita jadi berpikir, ternyata, yang sial bukan gw doank!)..ha..ha..

Selain kita dapat merasa lega karena telah meluahkan keluhan yang sedang kita rasa di dalam hati, dengan berbicara kepada teman, pikiran kita juga jadi teralihkan. Apalagi, jika teman kita mengajak kita untuk turut melakukan aktivitas lain yang posiif. Hal itu tentunya bisa dapat membuat pikiran kita terhadapnya banyak berkurang.

6. Jangan mencari informasi tentangnya secara online ataupun offline

Hilangkan rasa penasaran untuk mengetahui apa yang sedang dilakukannya saat ini baik secara online ataupun offline. Teknologi dewasa ini memang menjadi suatu anugerah karen akita dapat mengetahui banyak hal hanya dengan menatap layar. Tetapi, untuk saat ini, enugerah tersebut dapat menjadi sebuah kutukan. (perbandingannya gini amatan, yak?)..:-D

Yang perlu diingat untuk saat ini, apapun yang sedang terjadi dengannya bukanlah menjadi urusan dan perhatian kita. Iya, kan? Saat ini, meski kita telah mengenalnya, tetapi bisa dianggap dia adalah ‘orang asing’ bagi kita. Dan, urusan ORANG ASING’ bukanlah urusan kita tapi urusan kedutaan. Ha..ha..^_^

7. Beraktivitas

Ingat salah satu pesan dari orangtua-orang tua kita? Salah satunya : jangan melamun. Kalau banyak melamun, nanti bisa kesurupan!.. Ha..ha..Iyah, nasehat yang itu!.:-))
Untuk saat ini, tentunya bukan soal kesurupannya. Tapi, dengan melamun, kita jadi menyediakan tempat yang luas dalam pikiran kita cuma untuk dia; orang yang sedang kita usahakan untuk tidak kita pikirkan. Dia tidak membalas cinta kita. Jadi, tidak selayaknya dia mendapat tempat yang sangat luas di dalam pikiran kita.

Bagaimana supaya tidak melamun? Ya, dengan beraktivitas. Dengan melakukan kegiatan biasanya pikiran kita jadi teralihkan kepaad aktivitas yang tengah dilakukan.

Tetapi, ada yang menyarankan ketika kita ingin berhenti memikirkan orang yang kita tidak inginkan, setiap saat kita mendapati diri sendiri sedang memikirkan orang itu, kita disarankan untuk ‘menjepret’ kaki atau tangan atau kaki kita dengan karet gelang. Hal itu sebagai hukuman karena telah memikirkan sesuatu yang tidak semestinya dipikirkan. :-))

Jadi, untuk saat ini, untuk usaha ini, sementara waktu, kita harus siap sedia karet gelang yang banyak yang harus kita bawa kemana-mana. Ha..ha..

Ada juga yang menyarankan agar berhenti memikirkan si Dia, yang tidak membalas cinta kita itu, kita disarankan untuk membayangkan dia berada di dalam gelembung sabun. Jadi, ketika kita sadar sedang memikirknnya, kita pukul gelembung yanga ada wajahnya atau namanya itu. :-)) (FYI, saya melakukan saran terakhir. Dan, cukup membantu)..:-D

8. Jaga kesehatan

Karena kita sedang dirundung rasa sedih juga kecewa, kita seringkali mengabaikan diri kita sendiri. Kita jadi lupa memikirkan diri kita, terutama soal kesehatan. Meski yang dirasakan oleh kita saat ini adalah melulu kesedihan dan sakit hati, tetapi kesehatan tetaplah yang utama. Bahkan, penampilan kita juga.

Hindari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak kesehatan bahkan tubuh. Jangan berpikir, jika dia melihat kita dalam keadaan menyedihkan, siapa tahu dia bakal merubah perasaannya. Dia jadi merasa iba, dan perasaannya berubah menjadi cinta. Pastinya, hal itu tak akan terjadi.

Juga, seandainya terjadi, cinta berlandaskan rasa iba itu hanyalah sebuah kesia-siaan menurut saya. Sama sekali bukan hal yang baik. Lagipula, apakah kita mau jika seseorang mencintai kita hanya karena kasihan? 😀

Sepertinya cuma itu yang bisa saya ambil ketika mengalami ‘kegagalan dalam bercinta’. *halahhhhh..:-))

Pastinya, ketika kita jatuh cinta kepada seseorang yang tak bisa kita mliki itu dapat mengakibatkan rasa rendah diri dan kurang menghargai diri sendiri. Bagaimanapun sakit hati yang kita alami, kita harus tetap bisa menerima kenyataan dan meneruskan hidup.


Tak ada waktu yang pasti atau pun rumusan tepat yang dapat membuat kita berhenti memikirkan orang yang tidak membalas cinta kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah bersabar dan berinisiatif. Mungkin, kita tak akan berhenti menyukainya langsung saat ini juga ataupun esok hari. Dan, mungkin juga, itu akan terjadi, siapa tahu, lebih cepat dari yang kita pikirkan. Yang kita butuhkan saat in hanyalah kekuatan untuk mengikhlaskan rasa yang kita miliki.

Yuk, ah..Mudah-mudahan, pelajaran yang saya ambil ini dapat membantu, ya!

^_^

Sharing is caring!