Cara Mudah Mengatasi Komputer Nge-‘HANG’ Atau Mati Tiba-Tiba

Pernah mengalami komputer yang sering nge-hang atau mati tiba-tiba?

Saya pernah beberapa kali. *sombong*..ha..ha..

Mudah-mudahan, pengalaman saya ini bisa sedikit membantu. Tentunya, untuk yang masih menggunakan komputer (PC DESKTOP). 😀

Jadi, dulu, beberapa kali, komputer saya itu tiba-tiba nge-hang. Cara mengatasinya saat itu?

Mudah juga, sih..

Saya tinggal naik angkutan kota, pergi ke tukang servis. :-)) 

Sejam atau 2 jam, saya bisa kembali dengan membawa PC yang sudah sehat kembali seperti sedia kala. 

Saat itu, komputer saya bisa dibilang masih baru. Pertama kali ke tukang servis, Mas tukang servis yang akhirnya jadi langganan saya itu bilang : ‘Mba, ini, mah cuma karena debu aja, koq. Cuma harus dibersihin aja dalemnya CPU ini. Pake kuas doank, dah bersih, nih.’

‘Ohhh..cuma kotor karena debu aja, ya, Mas? Takutnya ada yang rusak gimana-gimana gitu, Mas,’ jawab saya.

‘Ga, koq..Ini, mah karena debu. Emang naro komputernya di mana? Koq, kotor banget?‘ Mas tukang servis nanya lagi

‘Di kamar, Mas. Tapi, emang kamar saya posisinya di depan. Kamarnya ga langsung ke jalan, sih. Cuma, sayab taro deket jendela yang menghadap ke jalan,’ terang saya.

‘Oh, pantesan, Mba. Jadi cepet kotor. Sering-sering dibersihin sendiri aja, Mba,’ kata Mas tukang servis itu lagi.

Dalam hati saya saat itu : sering-sering dibersihin sendiri? Ngebongkar CPU nya? HAHHHHH??..TIDAAAKKKK!!!…Takuttttttt..

Ha..ha..

Ya mending ke Mas tukang servis lagi aja, dah, daripada saya ngebongkar sendiri. Nanti, kalo meledak gimana? Nanti, kalo dibersihin sendiri sama saya, terus komputernya berubah fungsi jadi mesin cuci , gimana?..Iya, kan?..:-D

PIkiran-pikiran senada seperti itulah yang membuat saya jadi tidak pernah membersihkan dalamnya komputer itu. Paling luarnya aja. Di-lap, dibersihkan dari debu-debu. 

Jujur saja, saya itu termasuk kaum ‘gaptek’. Jadi, kalau membongkar barang elektronik itu rasanya seperti mau melakukan dosa. (Maaf, perumpamaannya salah. Belum nemu perumpamaan yang cocok)..:-))

Beberapa bulan kemudian, komputernya sakit lagi. Ya, saya ga ambil pusing. Naek angkot, bawa ke tukang servis. Dan, lagi-lagi, tukang servis komputernya memberi tahu kalau sakitnya itu CUMA karena debu yang ada di CPU. Sejak terakhir itu, lumayan lama komputer saya tidak sakit-sakitan lagi. 

Beberapa tahun kemudian, tepatnya sih, tanggal 9 Agustus 2020, komputer saya sakit lagi. 😀 Komputer saya memang bisa dibilang ‘sudah jadul’, tapi masih baik, koq. Menurut saya, sih. 

Komputernya memang cuma saya pakai buat ngetik sambil sesekali browsing. Tapi, ketika dia sakit, saya panik. Juga kasihan. Kasihan sama diri sendiri terutama, sih. :-))

Tadinya, seperti biasa, mau langsung saya bawa ke tukang servis. Tapi, waktu itu, masih pagi. Tukang servis yang jadi langganan saya itu adanya di dalam salah satu pusat perbelanjaan di kota saya. Biasanya, pusat perbelanjaan di mana tukang servis langganan itu berada, jam operasionalnya dibuka pukul 11.00 WIB. 

Halah..masih lama, pikir saya waktu itu. ‘Apalagi melihat cuaca yang sudah mulai panas. Segini belum jam 11.00. Gimana nanti kalau udah jam 11? Pasti puanaassss sekali,’ saya membatin seperti itu. 

Dasar memang kalau sudah tak berniat itu beribu macam kondisi segera bisa ditemukan utnuk dijadikan alasan. Lagian, masih masa pandemi seperti ini? Beneran mau ke luar? Naek angkot? Penuh penumpangnya? *tutup muka*

Pusat perbelanjaan dimana terdapat tukang servis langganan saya itu letaknya ga berapa jauh dari rumah saya. Cuma 2 km. Cuma untuk ke sananya, rutenya muter-muter. Jarak 2 km bisa memakan waktu 1/2 jam, itu pun kalau tidak terkena macet. Makin ‘mager’, lah, ya?

Tapi, kasihan komputer saya ini. Apa yang harus hamba lakukan?Tiba-tiba terlintas pesan Mas- tukang servis itu, ‘sering-sering dibersihin sendiri aja Mba!’ 

Entah kenapa, tiba-tiba saya, koq, jadi mau nekat. 😀

Kalau nanti meledak, gimana? Kalau nanti berubah fungsi jadi mesin cuci, gimana? Ga mau jadi mesin cuci, ah. Mau jadi mesin yang bisa menyediakan mkaanan yang kita mau aja. :-))

Mungkin, karena, kebayang kalau pun nanti sakitnya jadi bertambah parah tapi berubah fungsi jadi mesin penyedia makanan yang kita mau, saya jadi berani. 

Kalau tambah gagal, kan, masih ada Mas tukang servis. 😀

Mulailah saya mencari obeng di tempat perkakas. Ketemu! 

Terus…Untuk membersihkan dalam CPUnya, berarti perlu kain lap dan..kuas..

Nah, bongkar-bongkar, deh, di laci-laci dan tempat perkakas, mencari kuas. Yang saya cari kuas buat mengecat. Kalau bisa, yang masih baru. Tapi, ternyata ga ketemu. 🙁

Yang saya temukan kuas yang biasa saya pakai untuk mengoles loyang kalau saya membuat kue. Dan, itu saya temukan di dapur. 😀

Yah, gapapa, lah. Pikir saya. Tokh, sudah dicuci dan bersih. Tak ada mentega atau sisa bahan kue yang menempel.

Segera, deh, saya mulai membuka CPU komputer saya yang sedang sakit. Agak deg-deg-an. 

Taraaa….

CARA MUDAH MENGATASI KOMPUTER YANG NGE-'HANG' ATAU MATI TIBA-TIBA

Udah kebuka!

Setelah kebuka, terus diapain?..Masa langsung dipasang lagi?

Ya, pasti dipasang lagi, lah. Tapi, sebelum dipasang, saya bersihin dulu isi CPU itu. Pake kuas, seperti pesan Mas tukang servis. Saya cari yang berbentuk kipas di dalam CPU. Karena, menurut kaka saya, ketika saya cerita soal komputer saya yang sakit, jawabannya sama seperti Mas tukang servis itu. Disebabkan oleh debu. 

Jadi, komputernya panas, karena kipasnya tertutup debu jadi tidak bisa berfungsi dengan baik. Begitu kata kaka saya.

Terutama yang berbentuk kipas, komponen-komponen yang lainnya saya bersihkan juga. Debunya buanyaaak. Sudah bergumpal-gumpal. 😀

Setengah jam kemudian, CPU nya sudah terpasang seperti semula. Hanya bedanya, kali ini kondisinya bersih luar dalam. Lalu, saya coba pasang kembali perangkat-perangkat lainnya. Sambil harap-harap cemas. Berubah fungsi atau tetap seperti semula? Atau sembuh?

Ternyata, sembuh, Saudara!

Ini buktinya!!

*joget balet* (balet dianggep joget?)

Yup, seperti itu cara mengatasinya. Mudah, bukan?  (abaikan penampakan layar yang sudah ‘bernoda’. Maklum, komputer jadul)..:-))

Cara mudah ini sangat berguna bagi yang mengalami tingkat kemageran tinggi seperti saya. Malas keluar rumah. 😀

Bahan yang diperlukan pun sangat mudah ditemukan, hanya obeng (untuk membuka baut pada kotak CPU) dan kuas kecil. Kalau bisa, gunakan kuas yang biasa dipakai untuk mengoles loyang saat membuat kue. Setelah saya pikir-pikir, jenis kuas inilah yang memegang peranan penting dalam mengatasi hal ini. Kuas untuk pengoles loyang kue yang jadi kunci utamanya. Ha..ha..*ilmiah sekali*

Selain itu, saya juga jadi berkesimpulan lain. Bahwa cara mengatasi komputer yang nge-hang atau mati tiba-tiba itu sama dengan cara mengatasi rindu yang datang tiba-tiba. Sama-sama harus dibersihkan debunya; debu-debu kenangan dan debu-debu harapan. (tips tambahan ini tidak menjamin apapun)..:-))

Mudah-mudahan, tips di atas bisa membantu, ya!..

Sekian dan terima beres.

:-)) 😉

Sharing is caring!