Gua Harimau Di Ogan Komering Ulu (Situs Cagar Budaya )

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan terdapat situs Cagar Budaya yang bernama Gua Harimau.

Gua Harimau ini merupakan sebuah gua yang di dalamnya terdapat kuburan massal manusia kuno.

Menurut berita yang beredar manusia kuno yang terkubur di dalam gua tersebut adalah manusia kuno yang diperkirakan pernah hidup di masa 4000 tahun yang silam.

Lokasi Gua Harimau terletak di bukit yang bernama bukit Karang Sialang, tepatnya berada di desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Kalau ditempuh dari Kota Baturaja, Gua harimau ini berjarak sekitar 35 Km.

Gua Harimau Di Ogan Komering Ulu (Situs Cagar Budaya )

Dari cerita Masyarakat, Gua tersebut diberi nama Gua Harimau dikarenakan dahulunya masyarakat lokal sering mendengar auman suara Harimau dari dalam Gua tersebut. Selain mendengar suara auman harimau, gua tersebut merupakan pelintasan harimau Sumatera.

Gua Harimau memiliki pintu masuk terbuka berdiameter sekitar 50 meter dengan langit-langit atap sekitar 30 meter. Lokasi Gua harimau berdampingan juga dengan objek wisata Gua Putri, yang jaraknya sekitar 500 meter .

Dari hasil penelitian Team Arkeologi Nasional (Puslit  Arkenas) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, di dalam gua harimau ditemukan sekitar 35 kerangka manusia kuno dari Ras Mongoloid .

Daari fosil yang ditemukan, manusia yang menempati gua itu dikategorikan manusia kuno mengingat secara fisik bentuknya mirip dengan manusia modern. Kemudian mereka sudah mengenal senjata yang dibuat dari batu, dan makanannya sudah omnivora.  

Kerangka tersebut besar kemungkinan berasal dari ras Mongoloid dengan beberapa alasan. Diantaranya, ciri-ciri kerangka yang meninggi dan bundar, tulang tengkorak bagian belakang datar, gigi, mata, kedalaman tulang hidung, dan postur tulang.

Di setiap makam, terdapat beragam kerangka. Ada yang ditemukan secara tersusun,  individual dan ditemukan jenis kuburan yang bervariasi. Seperti dalam satu lubang terdapat dua kerangka, yang dibekali gelang perunggu dan cangkang kerang.

Adanya situs penemuan Kerangka Manusia Kuno membuka tabir peradaban masa lalu yang telah terbangun ribuan tahun lalu. Kelompok Manusia Kuno ini telah mengenal strata sosial dan ekonomi, konsep kepercayaan akan adanya kehidupan sesudah kematian, patologi, demografi, dan nilai-nilai budaya yang luhur.

Di dinding gua Harimau juga ditemukan beberapa lukisan prasejarah yang menyerupai  corak batik Palembang, garis-garis melengkung, garis vertikal, titik-titik dan beberapa bentuk lain. Lukisan  ini sudah membuktikan bahwa peradaban manusia kuno  telah mengenal seni dan budaya.

Di dalam gua harimau juga terdapat sisa hunian Preneolitik yang jauh lebih tua milik ras Australomelanesid di bawah hunian Neolitik. Diantaranya kerangka rusa, babi , ikan, kera, harimau, gajah, burung dan kerang yang diyakini menjadi hasil buruan manusi kuno ini.

(Penulis : Adi Pernata / Kang Nata)

Sharing is caring!