Masa New Normal, Balita Dilarang Naik Commuter Line

Balita dilarang naik commuter line di masa new normal atau PSBB transisi
Stasiun Bogor, 2017

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sudah berlangsung sejak bulan April 2020 akan segera dilonggarkan. Istilah barunya beragam dari New Normal atau Tatanan Baru, tapi ada juga yang dikemas dalam balutan “PSBB Transisi”. 

Pada masa ini berbagai aturan ketat yang selama ini dilonggarkan. Tempat wisata akan segera dibuka, begitu juga mal, pusat perbelanjaan, atau fasilitas lainnya yang selama ini berhenti beroperasi akan kembali aktif.

Hal itu mungkin membuat banyak keluarga mulai merencanakan untuk melakukan perjalanan wisata bersama dengan keluarga. Mengajak putra dan putri keluar rumah dan bermain ke berbagai tempat wisata menjadi salah satu yang direncanakan banyak orang.

Meskipun demikian, apabila rencana itu termasuk menggunakan jasa transportasi Commuter Line atau KRL Jabodetabek, sebaiknya ditunda. Bisa juga diubah dengan memakai jasa angkutan lainnya.

Penyebabnya ada satu hal, PT KCI atau Kereta Commuter Indonesia justru mengeluarkan aturan baru yang lebih ketat. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan penumpang sekaligus membantu program pemerintah untuk menghentikan penyebaran sang Covid-19.

Salah satu aturan terbaru yang mulai berlaku 8 Juni 2020 adalah “Balita dilarang naik Commuter Line atau KRL Jabodetabek”.

Penjelasannya adalah karena balita tidak memiliki kepentingan keluar rumah yang mendesak. New Normal bukan berarti bebas lepas keluar rumah tanpa tujuan, pemerintah tetap mendorong masyarakat tinggal di rumah akalu memang tidak ada keperluan yang memaksa. 

Dalam hal ini, balita merupakan kategori yang “tidak memiliki kepentingan mendesak” karena sekolah masih belum aktif kembali dan mereka tidak perlu mencari nafkah.

Lagipula, balita masih rentan terkena virus berbahaya ini.

Balita harus tetap diupayakan berada dalam rumah yang lebih terlindung dan tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang lain yang mungkin merupakan “carrier” (pembawa) virus yang dikenal dengan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Untuk itulah peraturan ini dibuat.

Jadi, bila Anda memiliki rencana mengunjungi kawasan wisata di kawasan Jabodetabek dan untuk mencapainya Anda berencana memanfaatkan jasa Commuter Line, ada baiknya ditinjau ulang rencana tersebut.

Bisa saja rencana itu tetap dilaksanakan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan lain yang lebih aman bagi anak usia di bawah lima tahun.

Bahkan, lebih baik lagi apabila rencana tersebut ditunda sampai benar-benar aman bagi si kecil. Toh lebih baik menjaga keselamatan putra putri tersayang daripada harus menyesal kemudian.

Peraturan balita tidak bisa naik Commuter Line ini tidak memiliki batasan waktu dan akan disesuaikan dengan peraturan pemerintah lainnya.

#dirumahsajadulu

#staysafe

Sharing is caring!