Kenali Arti Marka Jalan Garis Putih Putus Putus Dan Tanpa Putus

Kenali Arti Marka Jalan Garis Putih Putus Putus Dan Tanpa Putus

Setelah e-tilang atau tulang elektronik diterapkan awal Februari 2020 yang lalu, salah satu pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pelanggaran terhadap marka jalan.

Sebuah hal yang sebenarnya mengherankan karena jenis marka jalan di jalanan Indonesia tidak begitu banyak, tetapi rupanya masih banyak sekali masyarakat pengguna jalan raya yang tidak memahami artinya. Bukan hanya di Jakarta saja yang sudah menerapkan tilang elektronik hal ini terjadi, tetapi juga di berbagai daerah dan kota lain.

Padahal, marka jalan di jalanan Indonesia itu tidak banyak dan pasti terlihat setiap kali kita berkendara dimanapun, yaitu marka jalan garis putih putus-putus dan tanpa putus. Itu adalah dua marka jalan utama di Indonesia.

Keduanya bukanlah sekedar “cat putih” yang digoreskan di atas jalanan tanpa makna dan tujuan. Justru keduanya menjadi kunci keteraturan di jalan raya dan panduan bagi para pengendara.

Marka jalan garis putih putus-putus memiliki arti pengendara diperkenankan untuk mendahului kendaraan di depannya, dengan catatan hal itu memungkinkan. Contohnya, ketika arus kendaraan dari arah lain tidak ada, maka pengendara bisa mendahului kendaraan di depannya dan melewati garis putus-putus tadi.

Kenali Arti Marka Jalan Garis Putih Putus Putus Dan Tanpa Putus

Marka jalan garis putih tanpa putus/tak terputus artinya pengendara tidak diperkenankan melewati garis itu. Bahkan, ketika arus kendaraan dari arah lain tidak ada, tetap saja tidak diperkenankan. Hal itu bisa saja karena ada resiko di depan yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan, seperti adanya sekolah atau zebra cross. Pasti garis yang ada di ujung dekat wilayah itu adalah garis tak terputus.

Garis marka jalan putus-putus atau tak terputus bukan hanya ada di tengah jalan saja, sebagai pemisah, tetapi juga di bagian tepi jalan.

Artinya tetap sama. Kalau putus-putus berarti pengendara diperkenankan menyusul melalui sisi kiri dan kalau tanpa putus berarti tidak boleh. Pasti akan selalu ada hal yang menyebabkan adanya marka jalan dan biasanya berdasarkan pertimbangan adanya bahaya bagi si pengendara.

Sayangnya, arti marka jalan yang sebenarnya sederhana seperti ini tidak dipahami secara baik oleh banyak pengguna jalan di Indonesia. Hasilnya, meski ada garis putih tak terputus, tetap saja banyak pengendara yang mendahului kendaraan lainnya.

Itulah salah satu alasan mengapa lalu lintas di Indonesia sangat semrawut, kacau balau, dan akhirnya mengakibatkan banyak korban. Sebagian di antaranya karena mereka tidak mengerti, atau mau memahami arti marka jalan garis putus-putus dan tanpa putus, yang sebenarnya sangat sederhana.

Sharing is caring!