Skill Menulis Bisa Lenyap Kalau Tidak Dilatih

Sudah lumayan lama juga saya tidak menulis di blog ini. Padatnya kegiatan offline, dunia nyata, dan pekerjaan mencari nafkah menyita waktu yang semula disiapkan untuk mengupdate blog.

Baru, beberapa hari yang lalu, saya mencoba menghadap komputer dan menulis satu dua tulisan agar blog ini kembali terisi oleh tulisan baru.

Sayangnya, meski sudah lebih dari 10-20 menit mata menatap layar monitor, tidak ada satupun kalimat yang bisa dihasilkan. Sudah ada beberapa sebenarnya, tetapi kemudian diputuskan untuk di-delete.

Berat rasanya.

Padahal, sebelum menghadap ke layar komputer, di kepala sudah ada beberapa ide untuk dijadikan sebuah artikel. Entah kenapa, ide itu kemudian menguap begitu saja dan kepala seperti kosong.

Barulah setelah merenung beberapa jenak, saya menyadari sesuatu.

Bahwa sebuah skill akan berkurang dan bahkan bisa hilang jika tidak terus menerus diasah. Tidak ada bedanya dengan para atlit yang terus menerus berlatih, bahkan terkadang di kala kompetisi libur sekalipun, mereka tetap memaksakan berlatih.

Semua dimaksudkan untuk menjaga agar kemampuan dan keahlian yang mereka miliki tidak hilang begitu saja.

Dan, saya tidak melakukan itu karena kesibukan di dunia nyata.

Hasilnya, ya itu tadi. Kemampuan saya menulis mengalami penurunan. Belum sampai hilang karena belum terlalu lama, tetapi kebingungan untuk memulai sebuah tulisan terasa sekali. Disanalah terlihat tanda berkurangnya sebuah kemampuan.

Bagaimanapun, menulis adalah sebuah bentuk skill. Bak pisau yang berkarat ketika tidak diasah, penulis pun bisa mengalami masalah yang serupa. Ia, otaknya dan mentalnya “berkarat” dan tidak bisa berfungsi dengan normal seperti sebelumnya.

Semua terjadi karena skill menulisnya sedikit demi sedikit menghilang meninggalkannya.

Itulah yang saya alami beberapa hari ini.

Sesuatu yang pada akhirnya mengancam diri saya sebagai blogger yang pekerjaannya adalah menulis. Tanpa kemampuan untuk menulis kembali ke titik normal, semua blog yang saya miliki tidak akan pernah terisi dengan tulisan baru. Pada akhirnya, karena ketiadaan sesuatu yang “baru” itu membosankan, pengunjung blog-blog itu akan mencari blog lain yang lebih fresh.

Blog-blog saya akan kehabisan pembaca dan bisa menjadi sebuah kuburan dunia maya.

Padahal, saya sudah menetapkan bahwa pada akhir tahun 2020 ini, blog Umum Sekali dan beberapa blog lainnya harus lebih baik dan maju. Tulisan yang ada harus berjumlah 2 kali lipat dari yang ada sekarang.

Semua itu tidak akan bisa dilakukan kalau skill menulis pergi dan menghilang.

Jadi, setelah tulisan ini, saya akan berusaha untuk kembali lagi menulis dan menulis. Karena itulah satu-satunya cara agar kemahiran menulis tidak hilang begitu saja.

Tidak ada cara lain.

Sharing is caring!