Becak, Becak.. Coba Bawa Saya

Becak Di Solo
Becak Di Solo

Bentuknya beragam dan memiliki banyak variasi. Ada yang pendek kecil tetapi langsing. Ada juga yang besar, rada gemuk. 

Kesamaannya satu, beroda tiga dan pengemudinya duduk di belakang kabin penumpang. Tenaga penggeraknya pun sama, nasi, sayur bercampur tempe dan telur. Daging jarang dimasukkan sebagai sumber energi penggerak karena penghasilan si supir jarang yang besar untuk membelinya.

Itulah becak. 

Kendaraan yang asal usulnya di Indonesia masih simpang siur. Ada yang mengatakan dibawa oleh tentara Jepang untuk mengangkut logistik. Ada pula yang bilang dibawa para imigran dari negeri Cina atau Tiongkok karena bentuknya yang mirip dengan Ricksaw.

Sebenarnya ricksaw dan becak sama sekali tidak mirip. Ricksaw, banyak ditemukan di berbagai negara yang sebelumnya merupakan koloni Inggris, seperti Hongkong, Bangladesh, India dan sebagainya.

Becak, justru ditemukan di berbagai negara dimana dulu pernah dimasuki/diduduki oleh Jepang. 

Yang manapun sekarang bukanlah sebuah masalah. Toh sebentar lagi, kendaraan ini pun akan perlahan menghilang dari bumi Indonesia. Banyak kota besar mulai melarang atau membatasi pergerakannya.

Alasannya, terlalu lamban. Sesuatu yang tidak sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan di masa ini yang menginginkan serba cepat. Tenaga manusia pendorong yang berdasarkan nasi, tentu saja tidak akan bisa mengimbangi motor atau mobil bertenaga bensin.

Hasilnya, ya becak pun tersingkir perlahan tetapi pasti.

Tidak bisa disalahkan. Itu adalah kodrat dunia ini. Yang tidak bisa mengikuti akan tertinggal dan terlindas. Yang dianggap lamban akan digilas yang cepat.

Meskipun, tetap saja ada kerinduan tersendiri melihat kendaraan beroda tiga ini. Ada bagian perjalanan hidup saya dimana becak berperan penting saat itu.

Melihatnya seperti sedang menanti saatnya, tetap saja terasa menyedihkan. Too bad tetapi itulah dunia. Ada pertemuan ada perpisahan.

Masih ada waktu sebelum saat perpisahan itu akan tiba. Mungkin masih tersisa beberapa tahun, atau beberapa belas tahun lagi sebelum sang pengemudi becak harus mulai beralih ke sesuatu yang lebih cepat. 

Sementara itu, mari kita nikmati saja kendaraan, yang dulunya mungkin dipakai mengangkut barang oleh tentara Jepang di Indonesia.

+ posts