Tips Menghadapi Tetangga Julid dan Senang Ghibah

Tips Menghadapi Tetangga Julid dan Senang Berghibah

Dimanapun Anda tinggal, hampir pasti Anda akan bertemu dan berurusan dengan tetangga julid dan senang ghibah alias ngomongin orang lain. Bisa dikata hampir tidak ada masyarakat yang bebas dari karakter seperti ini.

Mungkin kalau Anda tinggal di lingkungan yang sangat individualistis dan jarang keluar rumah, hal itu bisa dikurangi. Namun, dengan adanya media sosial, tetap saja kita tidak bisa bebas secara menyeluruh dari manusia-manusia yang masuk kategori ini.

Apa sih julid dan ghibah?

Pada dasarnya keduanya sama, yaitu berkonotasi negatif. Biasanya dua kegiatan ini dilakukan karena rasa iri, dengki, atau tidak senang atas kesuksesan atau kebahagiaan yang dialami orang lain.

Orang yang julid atau gemar berghibah akan selalu berusaha menemukan celah untuk menjatuhkan orang lain.

Bedanya terletak pada

  • julid : disampaikan secara langsung kepada orang yang bersangkutan
  • ghibah: dilakukan di belakang orang yang dibicarakan

Contohnya :

  1. Julid : “Eh, kamu abis beli motor yah? Kenapa beli yang merk H sih kan harganya murah banget dan catnya kok ampun kampungan banget sih?
  2. Ghibah : “Si A baru saja beli motor tuh. Ihh, jelek banget deh warnanya banyak putihnya. Sudah begitu murahan dan kampungan loh

Pada dasarnya tetap sama, yaitu membicarakan kejelekan atau memburuk-burukkan orang lain dengan alasan iri.

Tips menghadapi tetangga julid dan senang ghibah

Perlukah tetangga jenis ini dihindari? Pasti. Tidak akan menyenangkan dan membuat nyaman berinteraksi dengan manusia kategori ini.

Pembicaraannya tidak akan jauh dari keburukan-keburukan dan tidak akan memberi faedah apapun. Jeleknya lagi, hal itu bisa membawa pengaruh buruk bagi kita sendiri. Perasaan kita bisa menjadi kesal, bete, marah, dan emosi naik.

Nah, jadi, sebaiknya hindari saja orang-orang seperti ini karena mereka akan jarang membawa kebaikan dalam pembicaraannya.

Sayangnya dalam hidup bermasyarakat, pertemuan dengan orang seperti ini kadang tidak bisa terelakkan. Kalaupun bukan kita yang menghampiri, merekalah yang akan mendatangi kita.

Seringkali pertemuan tidak bisa terhindarkan.

Dalam situasi seperti ini, ada beberapa tips yang bisa dicoba, yaitu

  • persingkat pertemuan : karena sudah bertemu, berbasa basilah sekedarnya hanya sekedar sopan santun bermasyarakat. Kemudian, katakan bahwa Anda sedang ada keperluan lain yang mendesak dan langsung pamit pergi
  • ubah arah pembicaraan : kalau memang tidak bisa pamit, coba ubah arah pembicaraan agar kejulidannya atau ghibahnya tidak panjang
  • tidak perlu menanggapi : kalau ia julid dan menjelekkan diri Anda, kalau kesabaran cukup, tidak perlu ditanggapi. Percuma saja membuang energi menghadapi orang seperti ini
  • tegur : baik ia sedang menjelekkan Anda atau tetangga lain, Anda selalu punya pilihan untuk menyetopnya. Tegur, dengan cara yang sopan tentunya. Ingatkan bahwa yang dia lakukan adalah keburukan dan bisa menyakiti orang lain
  • ajak tetangga lain terlibat : bukan terlibat dalam kejulidannya, tetapi kalau ada tetangga lain datang, ajak ia bergabung. Biasanya, si julid dan senang ghibah itu akan mengerem, meski kalau tetangga yang datang sama julidnya, situasi akan menjadi menyiram bensin ke api. Kalau pembicaraan sudah terjadi, tinggalkan saja si julid dan tetangga itu.
  • minta keluarga menelpon : itu juga sebuah manfaat smartphone dalam bermasyarakat. Kalau bertemu orang julid dan ingin segera bisa lepas darinya, kirim pesan WA kepada keluarga dan minta mereka menelpon agar Anda bisa bebas dari si julid
  • pura-pura ada urusan penting : sudah bete menghadapi tetangga julid yang tidak mau berhenti bicara, angkat smartphone Anda dan kemudian berpura-puralah menelpon bos atau saudara atau rekan sekerja atau siapapun. Berlagaklah sedang ada masalah penting dan kemudian pamitlah kepada si julid
  • berdebat lah dengannya : kalau memang punya energi, waktu, dan Anda sudah tidak tahan terhadap tetangga julid nan senang berghibah, serta siap menghadapi resiko, jangan ragu untuk mendebat pandangannya. Katakan bahwa tindakannya tidak membawa kebaikan atau bahwa Anda atau tetangga yang menjadi bahan pembicaraan tidaklah seperti yang dikatakannya

Kira-kira itulah beberapa tips menghadapi tetangga julid atau senang berghibah. Bukan sebuah hal yang menyenangkan menghadapi orang seperti ini dan kecuali Anda sama julit dan senang berghibahnya, sebaiknya dihindari percakapan panjang dengannya.

Hanya saja, sebenarnya cara terbaik adalah dengan menghindari. Cara di atas bisa efektif, tetapi tidak seefektif kalau melihat si tetangga julid, kita tersenyum dan kemudian berlalu. Bahkan kalau perlu ambil rute lain daripada harus terlibat dalam hal yang tidak menyenangkan.

Leave a Comment