10 Tips Meluluhkan Hati Calon Mertua

Tips Meluluhkan Hati Calon Mertua

Pernikahan adalah tujuan akhir yang diidamkan sepasang kekasih saat menjalani hubungan. Hidup berbahagia bersama orang yang dicintai sepanjang hidup merupakan sebuah hal yang mulia, tetapi tidak mudah untuk diwujudkan. Salah satu alasannya adalah karena untuk bisa bersanding dengan pujaan hati di pelaminan harus melalui satu tantangan, yaitu calon mertua.

Banyak pasangan yang terhenti kisah cintanya karena gagal meluluhkan hati calon mertua, alias gagal mendapatkan restu dari orangtua pasangannya.

Memang susah-susah gampang dalam membuat orangtua pacar merasa iklas melepas anak mereka menjalani kehidupan berumahtangga dengan kita. Ada yang beruntung mendapatkan calon mertua yang pengertian dan membebaskan anaknya memilih, tetapi banyak juga yang kurang beruntung mendapatkan camer yang sulit.

Nah, kalau Anda mendapati orangtua pacar yang agak ruwet dan ribet tidak ada salahnya mencoba beberapa tips ini. Tidak pasti sang calon mertua bisa langsung takluk hatinya, tetapi kalau dilakukan secara konsisten dan penuh keiklasan, tindakan-tindakan ini akan membantu melunakkan hati dan mengubah pikiran mereka terhadap kesungguhan Anda.

1) Jangan pacaran berdua saja

Kata orang Indonesia pernikahan itu bukan cuma menyatukan dua insan saja, tetapi dua keluarga. Jadi, mulailah sejak tahap awal usaha ke arah sana.

Jangan hanya “pacaran” berdua saja. Maksudnya, saat berpacaran, jangan hanya kencan di luar rumah atau melibatkan Anda dan pacar saja. Usahakan sesering mungkin apel atau wakuncar (waktu kunjung pacar) ke rumah.

Ajak orangtua, adik, kakak, atau siapapun di rumah itu untuk berbicara dan mengenal Anda lebih dekat.

2) Bersikap sopan

Sopan santun akan menunjukkan seberapa beradab Anda. Jadi, bersikaplah sopan kepada calon mertua saat bertemu atau berkunjung ke rumahnya.

Bukan berarti harus berpura-pura dan tidak menjadi diri sendiri, tetapi dimanapun sopan santun adalah dasar dari hubungan yang baik antar manusia. Jangan lupa, calon mertua, kalau mereka masih hidup, tetap manusia juga.

3) Cium tangan orangtua dan sapa keluarga pacar Anda

Ketika datang ke rumah pacar, anggap calon mertua sebagai orangtua sendiri. Cium tangannya dan sapa dengan sopan. Ajak mengobrol dan jangan hanya terfokus pada pacar Anda saja.

Percayalah, kalau hubungan lancar, hal itu akan membantu juga dalam memanage hubungan dengan mertua setelah menikah. Bagaimanapun, sang calon mertua sangat mungkin menjadi mertua Anda dan pada saatnya Anda juga harus menganggapnya sebagai orangtua sendiri dan mencium tangannya juga

4) Bawa oleh-oleh

Janganlah cuma sibuk berpikir tentang memberi hadiah kepada pacar Anda saja. Justru hal yang penting itu adalah berpikir kira-kira oleh-oleh apa yang cocok untuk calon mertua atau adik dan kakakny.

Penting loh karena oleh-oleh itu menunjukkan bahwa Anda punya perhatian kepada keluarganya juga. Seringnya, harga oleh-oleh tidak begitu menjadi masalah karena si camer bisa membelinya, tetapi perhatian Anda bisa menjadi pemulus jalan menuju target utama.

5) Kenali hobi calon mertua

Kalau bapaknya suka catur, belajarlah bermain catur. Kalau ibunya suka tanaman hias, kenapa tidak ikut serta mengurus tanaman di rumah si pacar?

Anda mungkin akan kalah terus saat bertanding dengan si bapak, dan sebaiknya sih begitu, tetapi Anda akan memiliki kesempatan berkomunikasi dengan orang-orang penting dan akan menjadi penting bagi kehidupan pernikahan Anda nantinya.

Jalin sejak awal.

6) Kenali karakter calon mertua

Sambil bermain catur, jangan hanya fokus pada permainan saja. Sempatkan untuk memperhatikan cara bertutur dan berkomunikasi si bapak dan simpan di kepala percakapannya.

Dalam percakapan itu biasanya akan terdapat data tentang karakter mereka. Simpan dan setelah itu pergunakan saat menghadapi calon mertua. Dengan pengetahuan yang lebih baik, tentunya Anda bisa menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang mungkin kurang menyenangkan

7) Hindari perdebatan

Bukan hanya karena bisa membahayakan hubungan Anda, tetapi kita harus berpikir bahwa berdebat dengan “orangtua” itu tidak sehat.

Tentu saja bukan berarti Anda tidak berbeda pandang dengan sang camer, tetapi kalaupun hal itu ada, pertimbangkan untuk menghindari perdebatan. Toh perdebatan dalam hal ini tidak akan membawa keuntungan selain hanya pemuasan ego pribadi saja.

Tetap fokus pada tujuan akhir yaitu meluluhkan hati calon mertua dan mendapatkan restu atas hubungan yang Anda jalani.

8) Minta izin kalau mau kencan

Pasti kalau sedang pacaran, kita ingin hanya berdua dengan sang pujaan hati. Calon mertua juga tahu itu karena mereka juga pernah mudah.

Nah, sebaiknya kalau mau kencan di luar rumah, ada baiknya Anda menjemput sang pacar di rumah. Dengan begitu Anda bisa bertemu dengan calon mertua Anda dan minta izin untuk mengajak anaknya pergi.

Banyak yang menyepelekan hal ini, tetapi orangtua dimanapun akan selalu peduli terhadap keselamatan anaknya. Permintaan izin Anda bisa menenteramkan hati calon mertua karena mereka sudah tahu dengan siapa anaknya pergi. Juga, hal ini akan memberikan kesan bahwa Anda menghormati mereka (dan memang seharusnya begitu) dan orang yang tahu adab.

9) Kenalkan camer dengan orangtua Anda

Untuk langkah yang satu ini lakukan setelah Anda yakin bahwa pacar Anda adalah orang yang tepat menjadi pasangan hidup dalam perkawinan. Kalau belum, tunda.

Namun, kalau sudah yakin, ada baiknya memperkenalkan calon mertua dengan orangtua Anda. Dengan begitu akan memberikan sinyal kepada masing-masing bahwa Anda sudah sampai tahap serius.

Biasanya, camer dan orangtua Anda akan mengambil langkah-langkah khas orangtua untuk coba saling mengenal. Kalau mereka bisa akrab satu dengan yang lain , maka hal itu adalah yang terbaik.

Banyak momen untuk memperkenalkan kedua belah pihak, seperti saat hari raya.

10) Jadi diri Anda sendiri

Bagian yang mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan karena kecenderungannya adalah kita selalu ingin terlihat baik dan luar biasa di mata calon mertua. Padahal, cara seperti ini tidak selamanya baik.

Lakukan saja hal yang biasa dilakukan dan jadilah diri Anda sendiri. Perlihatkan bahwa ini loh diri Anda.

Lagi pula, kalau Anda coba menipu calon mertua, hal itu rentan membawa masalah setelah pernikahan karena Anda tidak akan lagi bisa tampil dengan “topeng”

Baca juga : Tips Menghadapi Tetangga Julid dan Suka Ghibah

Bagaimana kalau sudah melakukan semua ini tetapi Anda tetap gagal meluluhkan hati calon mertua?

Yah, berarti namanya bukan jodoh. Silakan cari pacar yang lain yang orangtuanya lebih pengertian atau silakan ulangi tips ini dari awal karena siapa tahu saja kalau berulangkali dilakukan, hati sang camer bisa melunak.

Bagaimanapun Anda berhadapan dengan manusia yang masing-masing punya karakter berbeda. Jadi, tidak ada kepastian dalam hal ini, yang pasti hanya bahwa kalau Anda tidak berusaha, resikonya restu camer tidak akan didapat dan mereka tidak akan berubah menjadi mertua Anda.

Iya kan?

Leave a Comment