Kedutan di Mata, Apakah Artinya?

Kedutan di mata merupakan hal yang pernah dialami oleh sebagian banyak orang. Katanya, menurut anggapan yang beredar di masyarakat, mata berkedut itu merupakan satu pertanda bakal ada satu peristiwa yang akan terjadi. Biasanya, kejadian yang dimaksud adalah dalam waktu yang tak lama kemudian kita akan bertemu dengan sahabat/teman/kerabat yang telah sekian lama tidak berjumpa.

Tetapi, apakah benar seperti itu?

Kedutan di Mata, Apakah Artinya?
kedutan di mata

Saya juga beberapa kali mengalami kedutan di mata. Meski, ada sekali dua ketika mengalami kedutan di mata itu, beberapa hari kemudian, saya memang berjumpa dengan teman/kerabat yang telah lama tak berkabar.

Tetapi, ga melulu seperti itu. Setiap mata saya berkedut-kedut, saya ga selalu berjumpa dengan kerabat lama ataupun ada kejadian penting lainnya. Jadi, ketika mata berkedut..ya, berkedut saja..selang waktu sampai seminggu ke depannya tidak terjadi hal-hal yang spesial.

Yang menjadi pertanyaan di dalam diri saya, mengapa mata saya berkedut?

Dan, saya menemukan jawabannya di Intisari, edisi Maret 2005.

Penjelasan singkatnya seperti ini.

Di dalam otak kita terdapat banyak sel saraf. Ketika suatu informasi berupa impuls-impuls listrik yang akan disalurkan dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain, maka sel saraf asal akan membentuk suatu zat kimia yang disebut synaptic transmitter (seperti asetikolin). Zat kimia ini yang akan meneruskan impuls ke sel saraf yang lain. Begitu tugasnya selesai, zat kimia ini akan dihancurkan oleh enzim (asetikolin akan dihancurkan oleh kolinestras).

Pada waktu bagian tubuh kita bekerja terlalu keras, misalnya mata terus-menerus menatap komputer sepanjang hari, penghancuran zat kimia tadi menjadi tidak terlalu sempurna. Akibatnya, zat kimia ini mengalir tanpa kontrol sehingga otak menerima informasi yang seharusnya tidak terjadi. Inilah yang kemudian kita rasakan sebagai kedutan di sekitar mata. Kedutan ini pun dapat terjadi di berbagai bagian tubuh jika bagian tubuh itu terlalu intensif digunakan.

Nah, seperti itulah penjelasan secara ilmiahnya.

Tetapi, terkadang, ketika mata saya berkedut, terlintas juga anggapan masyarakat itu di dalam benak saya. ‘Aduhhh, mau ketemu siapa, nih, ya?..Koq, mata kedutan terus?’..Langsung terbayang lah sesosok mantan yang selalu mengganggu di dalam ingatan. Ha..ha..*ngarep*..

^_^v