Jangan Langsung Bingung Ketika Rambut Rontok!

Rambut yang rontok tentunya sering menimbulkan rasa khawatir. Apalagi ketika keramas kita mendapati berhelai-helai rambut lepas dari akarnya. Atau, ketika menyisir, lalu melihat beberapa helai rambut kita ikut menempel pada sisir.

Jangan Langsung Bingung Ketika Rambut Rontok!

Kebayang, deh, langsung..kepala kita yang menjadi botak. Sesegera mungkin kita pun membeli sampo-sampo anti kebotakan beserta tonik-tonik penumbuh rambutnya. Ataupun, ramuan-ramuan alami untuk mencegah kerontokan dan kebotakan, yang juga dapat menyuburkan rambut. Kalau bisa, mengharapnya, rambut tumbuh subur, lebat, berkilau. 😀

Gitu, kan?..Ga, ya?..Iya, emang ga..Karena itu merupakan pengalaman yang saya pernah alami..Ha..ha..

Tapi, ternyata, soal kerontokan itu ga cuma saya, lho!..Ada beberapa orang yang saya kenal juga pernah mengalami hal yang sama. Termasuk kepanikannya. 😀

Dan, katanya, jika rambut yang rontok setiap hari itu jumlahnya masih di bawah 100 helai, bukanlah menjadi sesuatu yang perlu dikuatirkan. Karena, katanya lagi, rambut kita itu pun memiliki umur, dan memang akan hilang sebanyak 40 – 60 helai setiap harinya.

Jadi, berapakah sebenarnya umur rambut kita?

Pastinya, memang benar bahwa rambut kita tumbuh setiap harinya. Pada masa pertumbuhan itu, rambut mengalami 3 fase.

Fase yang pertama disebut fase anagen, atau fase pertumbuhan. Pada fase ini, rambut tumbuh secara normal, setiap bulan kira-kira tumbuh hingga sepanjang 1 cm. Folikel rambut pun akan bertahan di kepala selama 2 – 6 tahun.
Bagi yang mudah memanjangkan rambut, umumnya mengalami fase anagen yang cukup lama. Sementara yang kesulitan untuk memanjangkan rambut, biasanya karena mengalami fase anagen yang pendek.

Setelah itu, rambut mengalami fase kedua, yaitu katagen atau fase transisi. Pada fase ini, sekitar 3% dari jumlah rambut di kepala akan berhenti tumbuh selama 2 – 3 minggu.

Pada akhir fase katagen, rambut akan mengalami fase ketiga, yaitu telogen atau fase istirahat. Fase ini berlangsung selama sekitar 100 hari. Dan, sekitar 40 – 100 helai rambut pada fase ini akan mengalami kerontokan. Kemudian, folikel-folikel rambut yang rontok akan beristirahat total hingga helai berikutnya tumbuh kembali.

Rambut yang tidak mengalami kerontokan tentunya akan terus bertambah panjang. Bahkan, bisa sampai mencapai tanah, layaknya kebanyakan ibu-ibu zaman dahulu. Dan, di tempat rambut yang rontok (normalnya) akan tumbuh rambut yang baru.

Fase-fase pertumbuhan rambut tidak terjadi secara bersamaan. Sekitar 90% dari jumlah keseluruhan rambut mengalami fase pertumbuhan, sementara sisanya sekitar 10% mengalami fase istirahat pada waktu tertentu. Kalau fase-fase tesebut terjadi secara bersamaan secara berkala, tentunya, kepala kita akan botak.

Tetapi,selain kerontokan normal, ada juga kerontokan rambut yang dapat menyebabkan kebotakan. Kerontokan tersebut penyebabnya bisa bermacam-macam. Antara lain, bisa disebabkan oleh faktor keturunan, penyakit, pengobatan, stres, ikan rambut yang terlalu kuat, dan kerusakan akibat perawatan rambut yang kurang tepat.

Untuk mencegah kerontokan menjadi suatu masalah yang mengkhawatirkan, sebaiknya memang harus dilakukan pencegahan. Tetapi, harap berhati-hati. Pilihlah perawatan rambut dan kepala yang tepat, jangan sembarangan untuk menghindari hasil-hasil yang tidak diinginkan.

  • dari berbagai sumber

Leave a Comment