7 Ciri Si Dia Sudah Tidak Menghargaimu Lagi!

ketika tiba-tiba, ombak di laut pasang,

cinta kita berdua tetap pasang, Sayang.

ketika tiba-tiba, ombak di laut surut,

cinta kita berdua tetap pasang…..

Ayo, tebak judul lagu dan penyanyinya!

Tetttottt..

Hi..hi..

Bukan, ini bukan acara tebak lagu dan penyanyinya. Itu, mah, tetiba saja itu lagu terlintas di kuping dan benak saya. 😀

Pastinya, di dalam suatu hubungan, sering terjadi yang namanya pasang surut. Kaya air di lautan, lha..Eh, iya, Dari awal saya cuma mau kasih tau..dan minta maaf kalau ini bukan bahasan seorang pakar, ya! *tutup muka pake dua buah telapak tangan*. Ini, mah, cuma bahasan iseng saya berdasarkan pengalaman dari beverapa teman, dan juga yang pernah saya alami. Istilah kerennya, mah, saya lagi mau’sharing‘, gitu, lha..:-D

7 Ciri Si Dia Tidak Menghargaimu Lagi!

Yup, saya terusin lagi, ah

Jadi, di dalam suatu hubungan pastinya memang akan sering terjadi pasang surut. Dan, sebenarnya, menurut saya, sih, wajar. Karena, kan, yang terjadi di dunia ini memang selalu berpasangan. Iya, kan? Ada pasang, ya pasti ada juga surut. *Halah, jadi ngelantur*..

Nah, ketika terjadi surut dalam suatu hubungan, tentunya, ada satu atau bahkan kedua belah pihak ingin hubungan itu kembali pasang.

Salah satu yang disebut hubungan sedang surut itu ketika satu atau kedua belah pihak tidak lagi saling menghargai. Kalau keduanya berperilaku yang sama tentunya akan lebih mudah untuk menyelesaikan hubungan itu. Iya, kan?..:-D

Tetapi, terkadang, hanya satu pihak yang merasakan hal itu; ketika Si Dia terasa tidak lagi mempedulikan bahkan menghargai keberadaan diri kita.

Mungkin, karena saya seorang cewe, dan beberapa teman yang suka curhat ke saya juga para cewe, jadi bisa dikatakan ini emang buat para cewe. 😀

Biasanya, yang dicurhatin itu soal Si cowonya itu yang tak lagi mengucapkan ‘terima kasih’, atau mengucapkan ‘maaf’, ataupun tak lagi memperhatikan kondisi si cewe. Tak lagi bersikap atau berkata-kata manis seperti di awal-awal hubungan.

Seperti yang pernah saya alami dulu. Jadi, kebetulan, dulu, saya dengan cowo saya itu senang main games di medsos. Ada beberapa games yang sama yang kami mainkan. Awalnya, cowo saya itu, kalo mau main games, pake acara pamitan dulu. Katanya waktu itu, ‘Aku maen games dulu, ya. Kamu gapapa?’..Cieee..lebay, sih… Apalagi kalo diinget sekarang. Jadi geli-geli malu ngingetnya. Ha..ha..Tapi apa daya, kita tak mampu menghapus sejarah yang telah terjadi, bukan?..

Atau, misal dia lupa main games tanpa pamit, pasti dia minta maaf. Ha..ha..Tapi, jujur, lho! Saya waktu itu ga nyuruh dia berbuat seperti itu. Dia aja yang berinisiatif seperti itu. Dan, memang, bikin saya jadi tersanjung juga melambung waktu itu. Ha..ha..

Tetapi, setelah berjalan sekian bulan, ga ada, deh, kata-kata minta maaf, juga terima kasih lagi. Hiksss..Yang keluar hanya alasan, dan lagi-lagi alasan. Untuk cerita selengkapnya disambung nanti, ya…

Sekarang kita ngomongin soal ciri ketika Si Dia tidak menghargaimu dulu. 😀

  • Ciri yang pertama, yaitu ketika si Dia tidak punya waktu untukmu. Menurut saya, ini merupakan ciri utama. hi..hi..Soalnya, seringnya berawal dari sini. Alasannya selalu sibuk. Padahal, di awal-awal dulu, biar sibuk pun disempat-sempatin. Iya, kan?..
  • Ciri yang kedua, yaitu ketika si Dia tidak menghargai waktumu. Dia selalu merasa waktunya yang paling berharga. Jadi, contohnya, ketika dia ada waktu dan ingin menelepon, kamu harus bersedia. Tidak menerima alasan misal kamu sedang melakukan suatu yang lebih penting. Menurutnya, dia sudah meluangkan waktu tapi, malah waktu berharganya kamu sia-siakan.
  • Ciri yang ketiga, yaitu ketika si Dia bersikap bahwa dia adalah satu-satunya pria yang paling berharga untukmu. Dia merasa bahwa semua sikap baik yang kamu lakukan adalah suatu hal yang lumrah. Suatu bentuk kewajaran, dan bukan sesuatu yang harus dihargai. Dan, dalam sikapnya, dia beranggapan, sudah seharusnya kamu merasa senang dan bersyukur karena Dia telah memilihmu. *narsis banget, coy!*
  • Ciri yang keempat, Dia tidak menghargai pendapatmu. Ketika membicarakan sesuatu, tentunya, kadang, kita berpendapat. Tetapi, pendapat kita langsung disanggah olehnya. Tapi, dia lebih mendengar orang lain, padahal orang tersebut memiliki pendapat yang sama dengan kita.
  • Ciri yang kelima, Dia tidak menyimak ketika kamu bercerita. Sudah pasti, ini juga menjadi hal yang paling menyebalkan. Bayangkan, ketika sedang bercerita, tiba-tiba dia nyeletuk hal yang lain. Atau, ketika sedang menelepon, dan ketika kita sedang bercerita, ternyata, teleponnya ditinggal tanpa memberi tahu.
  • Ciri yang keenam, selalu kamu yang memulai berkomunikasi. Tidak seperti di awal, ketika pagi hari diawali oleh telpon singkat atau pesan ‘cute‘ dari si Dia, dan malam ditutup oleh ucapan selamat malam yang sangat manis darinya. Saat ini, jangankan Dia mendahului untuk menelepon. Bahkan, pesan semalam pun belum mendapat balasan sampai keesokan harinya.
  • Ciri yang ketujuh, kamu bukanlah prioritasnya. Kamu tentunya juga sadar kalau keluarga dan pekerjaan adalah prioritas utamanya. Tetapi, saat ini, kamu sudah tidak menjadi prioritasnya lagi. Posisi kamu telah kalah dibanding games bahkan teman-teman main gamesnya.

Nah, kalau sudah melihat gelagat seperti ini, tandanya si Dia sudah tidak menghargaimu lagi. Lebih baik kalau mengatakan langsung hal tersebut kepada si Dia biar masalahnya tidak makin berlarut.

Karena, biasanya, para cewe itu, termasuk saya (dulu), selalu memberi permakluman ketika si Dia melakukan hal-hal di atas. Ujung-ujungnya, si Dia tidak menyadari dan sama sekali tidak merasa bersalah, karena dianggapnya semua baik-baik saja. Yang nyesek ya, diri saya sendiri. Ha..ha..

Seharusnya, hubungan itu adalah juga usaha timbal balik. Saling menghargai. Ketika satu pasangan merasa sudah tidak dihargai, sebaiknya segera diselesaikan. Daripada, pada akhirnya, kita hanya membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak selayaknya kita terima. Iya, kan? 😀

Mudah-mudahan, tulisan ini membantu, ya…^_^