Para Pengganti Nasi yang Juga Menyehatkan

Nasi merupakan salah satu makanan pokok yang dibutuhkan karena sebagai sumber energi. Makanan ini mengandung karbohidrat yang menghasilkan energi untuk aktivitas tubuh.

Tetapi, saat ini, dengan alasan kesehatan, banyak orang yang tidak mengonsumsi/pantang makan nasi. Misalnya, untuk penderita diabetes ataupun ketika sedang menjalani diet.

Lalu, jika tidak makan nasi, darimana tubuh mendapatkan karbohidrat sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari?

Ternyata, masih banyak alternatif makanan pokok selain nasi sebagai sumber karbohidrat yang juga menyehatkan. Di antaranya, jagung, singkong, ubi jalar, kentang, talas, sagu, ataupun pisang yang kandungan karbohidratnya berbeda-beda.

Jagung
Beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa, Madura, dan Sulawesi, jagung dikonsumsi sebagai makanan pokok. Jagung yang dipakai sebagai makanan pokok biasanya jenis jagung yang putih atau kuning, tetapi bukan jagung manis. Jagung yang telah tua dan kering, setelah ditumbuk kasar dibuat nasi jagung. Sedangkan, yang masih agak muda, direbus atau dibakar.

Beras jagung yang siap olah juga banyak dijual di pasaran. Umumnya, di pasar tradisional. Beras jagung itu berbentuk butiran-butiran kecil seperti beras pecah. Berbentuk demikian, karena beras jagung dibuat dari jagung tua kering yang ditumbuk menjadi butiran-butiran kecil. Beras jagung dapat dimasak sendiri ataupun dicampur dengan beras.

Selain beras jagung, dapat pula dihasilkan tepung jagung. Tapi, biasanya yang dihasilkan adalah tepung jagung kasar. Tepung jagung kasar dibuat dari jagung kering tua yang direndam hingga mengembang, lalu ditiriskan. Kemudian, ditumbuk kasar, tanpa diayak. Tepung jagung ini bisa langsung dimasak ataupun dijemur dahulu sampai kering untuk kemudian disimpan.

Singkong
Sebagai bahan makanan pokok, singkong/ubi kayu biasanya dijemur hingga kering untuk dijadikan gaplek. Gaplek kemudian ditumbuk halus menjadi tepung gaplek. Kemudian, tepung gaplek dimasak menjadi ‘nasi’, yang disebut tiwul.

Tiwul biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut sebagai penganan selingan, ataupun sebagai makanan utama. Sebagai ‘nasi’, tiwul cocok dipadu dengan lauk kering atau yang berkuah sedikit.

Untuk membuat gaplek, kupas singkong, lalu jemur (utuh maupun setelah dibelah-belah) hingga kering. Dahulu, orang menjemur singkong kupas dengan melemparnya begitu saja di halaman ataupun di atas genteng. Lalu, setelah kering dijual ataupun disimpan untuk keperluan sendiri. Dari gaplek itulah kemudian dibuat berbagai makanan.

Gaplek yang dibiarkan tetap di udara terbuka hingga hitam berjamur, disebut gatot/gambleh. Biasanya, gaplek yang sudah berjamur itu dipotong-potong, dicuci, lalu dikukus hingga masak. Kemudian, disajikan dengan taburan kelapa parut. Biasanya, dihidangkan untuk sarapan pagi.

Ubi jalar
Dulu, ubi jalar dimakan sebagai makanan utama Pulau Nias dan Papua. Biasanya, ubi direbus/dikukus lalu dipadu dengan lauk-pauk dan sayuran. Ubi jalar ada yang berwarna ungu, kuning, atau putih. Rasanya ada yang manis-legit, ada pula yang gurih.

Sebagai makanan utama, untuk memenuhi kebutuhan kalori tiap harinya, ubi jalar harus dimakan lebih banyak karena kandungan karbohidratnya lebih rendah bila dibandingkan nasi. Bagi yang sedang menjalani diet rendah kalori, ubi jalar merupakan pilihan yang sangat cocok sebagai pengganti nasi.

Di negara-negara Barat, ubi jalar diolah menjadi hidangan yang eksotis. Di Jepang, ubi jalar juga menjadi penganan favorit seperti makanan lainnya, khususnya jenis ubi manis.

Kentang
Di Indonesia, kentang tidak lazim sebagai makanan utama. Tetapi, di negara-negara Barat-lah, kentang dimanfaatkan sebagai bahan makanan utama, baik direbus ataupun digoreng. Kentang tersebut disajikan bersama masakan dari daging atau sayuran.

Dengan masuknya hidangan french fries ke Indonesia, kentang mulai populer sebaga bahan makanan utama, baik dalam bentuk kentang goreng maupun kentang bakar/panggang. Padahal, dulunya, kentang hanya disajikan sebagai pelengkap atau lauk yang diolah bersama sayuran lain.

Talas
Umbi ini banyak digunakan di Papua dan Maluku sebagai makanan utama. Ada beberapa jenis talas yang lazim ditanam di Indonesia, seperti talas bote, talas bogor; yang dikenal dengan nama talas bentul, talas garbu yang besar umbinya, talas lumbu yang daunnya enak disayur dan tidak gatal, talas kimpul yang umbinya agak gatal tetapi enak dimakan, talas sente yang gatal dan tak lazim dimakan.

Semua jenis talas mengandung getah (berberin) yang dapat menimbulkan gatal, khususnya saat masih mentah. Tetapi, ada beberapa jenis yang getahnya akan hilang dengan sendirinya melalui proses pemasakan.

Makanya, talas dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu, baik digoreng, direbus, ataupun dikukus. Sebagai makanan utama, talas direbus. Lalu dimakan utuh ataupun ditumbuk, lalu dipadatkan untuk selanjutnya disajikan bersama lauk dan sayuran.

Sagu
Sagu merupakan makan pokok di daerah Papua dan Maluku, juga beberapa daerah di Indonesia Timur lainnya. Yang diolah menjadi makanan adalah tepung sagu yang berasal dari pohon sagu. Pohon sagu merupakan tanaman yang masih satu famili dengan pohon kelapa.

Tepung sagu diperoleh dari bagian tengah batang pohon sagu yang dipukul-pukul hingga hancur. Kemudian, diperciki air dan diperas untuk diambil patinya.
Di Maluku, sagu dijual ada yang dalam bentuk tepung segar, tepung setelah dikeringkan, ataupun dalam bentuk kotak-kotak.

Selain dibuat untuk berbagai penganan, sagu bisa pula dijadikan sebagai makanan utama. Sagu dimasak seperti bubur, lalu disajikan bersama lauk ikan dan sayuran.

Pisang
Pisang yang digunakan sebagai makanan pokok, di antaranya pisang tanduk, pisang kepok kuning, pisang kepok putih. Di beberapa daerah di Indonesia, seperti Kalimantan dan Sulawesi, pisang merupakan makanan utama. Biasanya, yang digunakan adalah pisang mentah yang sudah tua, sehingga rasanya netral.

Demikianlah catatan singkat tentang pengganti nasi yang juga menyehatkan. Mudah-mudahan, tulisan ini dapat memberikan manfaat.

Sumber : Prima Rasa, Teknik Masak, Makanan Pokok 3.

Leave a Comment