Mengisi Blog Dengan Berbagi Cerita Dari Jalanan

Mengisi Blog Dengan Berbagi Cerita Dari Jalanan

Salah satu tugas pokok dari seorang blogger adalah mengisi blog yang dikelolanya. Caranya, ya tentu saja dengan mengupdatenya dengan konten-konten baru.

Kalau hal itu tidak dilakukan, perlahan lahan, pembaca akan meninggalkan blog tersebut dan alhasil trafiknya akan terus menurun.

Cuma, banyak blogger yang merasa kesulitan untuk melakukan hal itu. Mereka seperti tidak punya ide-ide baru untuk dijadikan bahan tulisan pengisi blog.

Padahal, sebenarnya hal itu tidak sulit dilakukan. Seorang blogger bisa saja berbagi cerita-cerita kecil yang ditemukannya di jalanan. Pasti dong, dia akan keluar rumah, baik untuk ke kantor atau ke tempat-tempat lain dan selama itu ia melihat “dunia”.

Nah, di jalanan sebenarnya banyak sekali “cerita”, seperti kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, dan hal-hal lainnya. Hal-hal seperti itu bisa dijadikan sebagai bahan konten.

Bukankah para wartawan dan jurnalis melakukan itu? Bukankah media-media berita online belakangan memungut banyak sekali kisah jalanan, seperti tukang tambal ban cantik, tukang gorengan cantik, dan banyak lagi lainnya. Semua cerita itu bisa kita temukan juga, kalau kita mau dan jeli.

Modalnya pun tidak mahal. Untuk foto, kita bisa menggunakan kamera smartphone saja. Pergunakan saja untuk merekam momen atau sesuatu yang menarik yang ditemukan. Catat apa yang menarik dari foto itu untuk kemudian dituliskan sepulang kerja.

Artikel yang dibuat tidak perlu terlalu panjang. Cukup 100-200 kata untuk menjelaskan deskripsi foto itu sudah sangat memadai untuk memberikan informasi kepada pembaca.

Gowes - Bike-sharing (Berbagi Sepeda) di Jakarta 2
Pangkalan Gowes di Grand Cemara

Seperti sebelum ini, saya menuliskan tentang Gowes, atau “Berbagi Sepeda” di Jakarta. Tulisan itu dilakukan dengan metode seperti di atas dengan memanfaatkan kamera ponsel saja dan dalam perjalanan menuju kantor.

Tulisan itu dan banyak lagi tulisan di Umum Sekali menggunakan metode dan konsep yang sama, yaitu mengisi blog dengan berbagi cerita di jalanan.

Permasalahannya memang ada satu. Kebanyakan orang memandang cerita-cerita ini tidak keren dan tidak sesuai teori untuk menarik pembaca. Tidak membuat penulis menjadi orang penting.

Tetapi, bagi saya sendiri, cerita-cerita tersebut, yang saya buat dengan “berlagak” menjadi wartawan, memastikan blog-blog saya tetap terisi konten-konten baru. Kenyataannya, tulisan-tulisan seperti ini cukup banyak menarik pembaca.

Tidak heran media Detik, Tribunnews, bahkan Kompas sekalipun sekarang sering sekali mengisi website mereka dengan berbagi cerita dari jalanan.

Jadi, sekarang, terserah Anda. Mau blognya kelaparan karena tidak ada ide “penting” atau kita membuat cerita remeh dan sepele menjadi sesuatu yang menarik dan memastikan blog terupdate terus.

Kalau jawaban saya sudah tahu kan? Bagaimana dengan Anda?