Hasil Olahan Kedelai yang Tetap Menyehatkan

Kedelai, Si Hitam dan Putih yang Menyehatkan

Manfaat yang terkandung di dalam kedelai baru dapat terwujud jika sudah diolah terlebih dahulu. Hasil olahan kedelai terbagi menjadi 2 jenis, yaitu produk yang tidak difermentasi (tepung kedelai, daging tiruan, susu kedelai), dan produkyang difermenatsi (selain tahu dan tempe).

Tepung kedelai dibuat dari kedelai putih yang dikupas kulitnya, lalu digiling halus sampai berupa tepung, kemudian diayak. Tepung kedelai ini banyak digunakan untuk keperluan industri besar untuk pembuatan daging tiruan. Saat ini, tepung kedelai juga semakin banyak yang menggunakan untuk pembuatan kue kering dan susu kedelai.

Daging tiruan banyak digunakan oleh indutri makanan olahan untuk campuran hamburger dan aneka sosis. Hasil olahan kedelai ini dibuat dari tepung kedelai yag diproses menjadi prosuk dnegan tektur mirip daging cincang dengan nama resmi Meat Extender.

Daging tiruan ini berbentuk butiran kering berwarna cokelat tua. Dalam keadaan kering, teksturnya renyah dan sedikit keras. Sebelum digunakan, daging tiruan harus direndam air sampai permukaannya terendam. Diamkan sampai air terserap habis dan daging tiruan mengembang. Daging tiruan banyak digunakan sebagai pengganti daging cincang, untuk isi martabak, membuat perkedel, ataupun saus spaghetti bolognese.

Susu kedelai, merupakan hasil olahan kedelai yang juga populer. Selain bergizi tinggi dan juga menyehatkan, susu kedelai juga dapat dibuat sendiri di rumah. Di pasar swalayan saat ini, selain susu kedelai cair, juga tersedia susu kedelai bubuk. Yang bubuk, harus dilarutkan dahulu dalam air, sementara yang cair bisa langsung diminum. Susu kedelai cair warnanya lebih putih dan tidak terlalu kuat aromanya jika dibandingkan susu kedelai bubuk.

Bagi yang alergi susu sapi, susu kedelai bagus digunakan sebagai alternatif lain pengganti susu sapi. Pada suhu ruang, susu kedelai dapat bertahan kurang lebih 8jam atau 2-3 hari dalam lemari es. Di pabrik, susu kedelai disterilkan hingga dapat bertahan jika disimpan selama 3-4 bulan.

Tauco, terbuat dari kedelai putih. Sementara, yang terbuat dari kedelai hitam disebut taosi. Keduanya berasal dari Cina dan berfungsi sebagai pembangkit rasa.

Ada 2 macam pembuatan tauco, yaitu melalui fermentasi kapang dan fermentasi garam. Umumnya, tauco berwarna kuning keputihan hingga cokelat. Jika membeli tauco dan taosi, pilih yang aromanya masih segar, khas, juga butiran-butiran kedelainya masih terlihat utuh. Setelah dipakai, simpan dalam wadah tertutup di lemari es.

Miso, adalah produk fermentasi kedelai yang mirip tauco, tetapi berbentuk pasta. Warnanya bervariasi, dari kuning cerah sampai cokelat kemerahan. Semakin gelap warnanya, aroma miso semakin kuat. Miso banyak digunakan untuk masakan Jepang, sebagai penambah rasa kaldu sup.

Kecap, umumnya terbuat dari kedelai hitam. Tetapi, ada juga yang terbuat dari kedelai putih ataupun campuran keduanya. Pembuatan kecap dilakukan dengan 2 tahap, yaitu fermentasi kaoang dan fermentasi bakteri.

Pada prinsipnya, pembuatan kecap asin dan manis sama. Bedanya hanya pada banyak sedikitnya gula merah yang ditambahkan pada akhir proses pembuatan kecap. Kualitas atau mutu kecap sangat dipengaruhi oleh saringan keberapa sari kedelai diperoleh. Kecap yang mutunya agak rendah diperoleh dari sari kedelai yang telah diperas berkali-kali.

Yup, itulah beberapa contoh hasil olahan kedelai yang sering kita temui sehari-hari. Hasil olahan kedelai yang manakah yang Anda sukai? ^_^

Leave a Comment