Daging Kambing; Baunya Malah Bikin Jatuh Cinta

Selain daging sapi, daging kambing termasuk salah satu yang populer di Asia dan Timur Tengah. Kata para penggemarnya, aromanya yang khas (bau prengus) itulah yang membuat jatuh hati. Tetapi, tidak sedikit pula yang menolak kehadirannya justru karena aromanya. Saya salah satunya. 😀

Daging Kambing; Baunya Malah Bikin Jatuh Cinta

Dari beberapa sumber yang saya dapat mengatakan bahwa daging kambing berbeda dengan daging domba. Daging domba lebih lembut, mengandung banyak air dan lemak. Sementara, daging kambing lebih kering, kesat, dan keras. Tetapi, serat daging kambing lebih halus dibandingkan daging domba maupun sapi.

Aroma daging kambing yang keras dan khas itulah yang menjadikannya sangat cocok untuk diolah menjadi masakan dengan sarat bumbu, seperti gulai, tongseng, atau kari. Tetapi juga tak kalah lezatnya meski diolah dengan bumbu yang minim, seperti satai, kambing guling, ataupun sup.

Ternyata, kambing tidak hanya enak dinikmati dagingnya. Hampir semua bagian dari kambing bisa dimanfaatkan, mulai dari kepala, kaki, ekor, kulit, hingga jeroannya. Setiap bagian tersebut memiliki rasa yang berbeda, ada yang empuk, ada yang gurih. ada yang kenyal. Dan, semua bagian tersebut sama enaknya.

Seperti halnya daging sapi, daging kambing pun terdiri dari beberapa bagian di mana setiap bagian memiliki kegunaan yang berbeda. Misalnya :

  • kepala; bagian ini yang biasa dimasak adalah kulit, otak, kuping, dan bagian lunak lainnya. Bagian ini sering diolah untuk sup, soto, juga gulai. Sebelum diolah, kepala dibakar di atas api untuk menghilangkan bulu, lalu diambil bagian yang lunak untuk diolah lebih lanjut.
  • has luar/has dalam; bagian ini adalah abgian yang paling berharga, karena paling empuk, tidak bertulang. Cocok diolah untuk satai, krengseng, juga tumis atau tongseng.
  • paha depan dan paha belakang; bagian ini paling banyak dagingnya. Daging paha belakang lebih empuk dibanding daging dari paha depan. Bagian paha biasanya dipotong berikut tulang-tulangnya, cocok untuk satai, gulai, sup, atau dipanggang utuh.
  • jeroan; babat, usus, ginjal cocok untuk dibuat gulai. Sedangkan, hati lebih cocok untuk satai. Cara membersihkan jeroan kambing sama dengan cara membersihkan jeroan sapi. Bersihkan babat dengan air panas, lalu kerok dengan pisau. Usus dibersihkan dari kotoran di dalamnya dengan air mengalir. Cara ini untuk menghilangkan bau anyir.
  • iga; bagian ini biasanya dipotong-potong melintang untuk sop, soto, ataupun gulai.
  • kaki; cara membersihkan kaki sama dengan kepala. Kaki dibakar di atas api untuk membersihkan dan menghilangkan bulu-bulunya. Kaki yang sudah bersih dari bulu, kemudian dipotong-potong untuk sup, soto ataupun gulai.

Yup, itulah sekilas tentang daging kambing, yang semakin bau, semakin dicintai..ha..ha..

Untuk mengolah daging kambing, ternyata bukan hanya mengenal bagian-bagiannya saja, tetapi juga kita harus mengerti kiat-kiat lainnya agar hasil masakannya menjadi lebih enak, dan tetap khas.