Cara Menangani Daging Kambing yang Membuat Semakin Cinta

Tentunya, kita juga sering mendengar banyak orang yang memuji masakan daging kambing yang nikmat dan ga terlalu tercium bau ‘prengus’-nya. Banyak yang bilang, itu ada kiat-kiatnya. Sebenarnya, seperti apa, sih, cara menangani daging kambing yang benar dan tepat?

Dari beberapa sumber yang saya dapat, menangani daging kambing agar masakan menjadi lebih nikmat dengan menggunakan kiat-kiat seperti di bawah ini.

Ternyata, bisa salah menanganinya, daging kambing akan berbau sangat tajam (prengus), yang tentunya akan mengganggu cita rasa masakan.

Salah satu kunci sukses untuk mengurangi bau yang tajam adalah jangan sekali-kali daging kambing terkena air. Mulai dari pemotongan sampai saat diolah, jauhkan daging dari percikan air.

Tidak sebatas itu saja, masih ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan juga, seperti saat memilih dan menyimpan daging kambing.

Daging kambing memiliki tekstur serat yang lebih halus dibandingkan daging sapi. Warnanya pun lebih merah. KIta juga dapat mengenali daging kambing dari baunya yang lebih keras/menyengat dibandingkan daging lainnya.

Daging kambing yang paling enak dan paling empuk berasal dari kambing yang berumur kurang dari 4 bulan. Atau, ketika membeli dalam bentuk di pasar tradisional atau swalayan, pilih yang warnanya merah muda karena hal ini menandakan bahwa daging berasal dari kambing muda.

Selain bau prengus, yang jadi perhatian ketika mengolah daging kambing adalah soal keempukannya.

Mengingat daging kambing juga cukup keras, ada beberapa cara agar daging menjadi cukup lunak saat dimasak.

Cara pertama, jangan sayang membuang urat-urat dagingnya. Karena, bagian-bagian ini susah empuknya.

Cara kedua, bungkus daging kambing dengan daun pepaya selama 1-2 jam sebelum diolah. Daging yang dibungkus biasanya dalam bentuk utuh.

Cara ketiga, lumuri daging dengan nanas parut. Jangan terlalu lama, karena aroma khas nanas akan meresap ke dalam daging. (Meski, ada sebagian orang yang malah menyukai jika aroma nanas menempel pada daging). Lumuri sedikitnya selama 15 menit saja, lalu cuci bersih sebelum diolah lebih lanjut. Daging bisa dalam bentuk potongan kecil ataupun utuh.

Cara keempat, bubuhi 1 sdm bubuk pepaya (papain), untuk 1kg daging.

Daging kambing yang baru dipotong, sebaiknya digantung atau diangin-anginkan. Dengan cara ini, daging dapat bertahan sampai 24 jam. Untuk penyimpanan lebih lama (lebih dari 24 jam), masukkan daging kambing dalam chiller. Cara ini dapat membuat daging bertahan sampai beberapa hari ke depan. Sementara, untuk penyimpanan jangka panjang, simpan daging kambing dalam freezer, maka daging akan bertahan lebih dari 1 bulan.

Seperti halnya daging sapi, daging kambing juga ternyata fleksibel untuk diolah menjadi masakan apa saja. Mulai dari masakan dengan bumbu yang sederhana sampai ke masakan dengan bergelimang bumbu.

Untuk masakan tertentu yang diolah cepat, seperti ditumis, dipanggang, atau digoreng untuk steak, daging kambing perlu direndam dalam bumbu perendam terlebih dahulu. Sedikitnya, selama 2 jam agar arom akhas kambing berkurang dan bumbu lebih meresap ke dalam serat-seratnya.

Bumbu perendam yang digunakan biasanya air jeruk, minyak, dan kecap asin. Lain halnya jika daging akan dimasak lama dengan bumbu yang banyak seperti gulai, daging tidak pelu dilumuri bumbu perendam terlebih dahulu. Karena, selama proses pemasakan, bumbu akan meresap ke dalam serat daging.

Yup, seperti itulah beberapa kiat menangani daging kambing yang saya dapat dari beberapa sumber. Mudah-mudahan, siapa tahu, setelah mengetahui kiat-kiat menangani daging kambing ini, saudara atau kerabat yang tidak suka, jadi gemar dan memuji olahan daging kambing Anda..yang tentunya..lezat..

^_^