Apakah Sudah Tahu Cara Memilih dan Menyimpan Tahu?

Tahukah kamu? Tentunya jawabnya : Bukan..Saya Tempe..#halah..:-D

Siapa tak kenal dengan olahan kedelai satu ini?

Pada satu masa, menyantap tahu dianggap kurang bergengsi. Tetapi, ketika orang kini ramai menggalakkan hidup sehat, orang pun kembali menengok kepada tahu.

Apalagi, menurut penelitian, tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang unggul.

Tahu, meski dianggap makanan sederhana, tetapi ternyata merupakan makanan yang kaya gizi. Di dalam tahu terkandung, kalsium,kalium, fosfor, vit B-kompleks, serta vitamin E.

Tahu, menurut Wikipedia, berasal dari Tiongkok. Makanan ini telah dikenal sejak zaman dinasti Han, sekitar 2200 tahun yang lalu. Penemunya adalah seorang bangsawan, yang bernama Liu An. Beliau merupakan cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Secara umum, tahu dibawa oleh perantau-perantau Cina ke seluruh penjuru dunia, yang juga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, dan akhirnya ke seluruh dunia.

Meskipun tahu bukan merupakan makanan asli Indonesia, tetapi hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki jenis tahu dengan tekstur dan cita rasa tersendiri. Contohnya, tahu bandung dan tahu sumedang di Jawa Barat, tahu kediri di Jawa Timur, juga tahu pong di Semarang (Jawa Tengah).

Jenis-jenis tahu yang beredar di pasar rakyat Indonesia ada beberapa jenis, yaitu :

tahu cina, biasanya berwarna putih, ukurannya persegi besar-besar, teksturnya empuk dan lembut. Setelah dimasak, rasanya agak kenyal. Tahu cina, selain yang dijual utuh tanpa dibungkus, ada pula tahu cina yang dijual masih terbungkus kain. Dibanding jenis tahu yang lain, tahu cina tergolong multiguna, karena bisa digunakan untuk campuran sup, dibuat tahu isi,ataupun dimasak tahu telur.

taukua, merupakan tahu cina yang padat. Kulitnya berwarna kuning oranye, berbentuk persegi. Ukurannya biasanya lebih besar dari tahu cina tapi agak tipis. Umumnya, tidak digoreng dan langsung dipotong kecil-kecil untuk campuran aneka masakan tumis karena tidak mudah rusak.

tahu putih, bentuknya kecil, putih, dan rasanya tawar. Teksturnya lembut. Di pasar tradisional, dijual dalam bentuk mentah dan sudah digoreng. Tahu jenis ini tidak hancur meski dimasak lama.

tahu bandung, brebentuk segi empat, agak besar, warna kulitnya kuning karena diberi sari kunyit. Tahu ini terkenal karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih. Jika berbau asam, berarti tahu sudah basi.

tahu kediri, mirip tahu bandung. Bedanya, teksturnya lebih padat serta rasanya lebih gurih karena dalam proses pembuatannya ditambahkan garam.

tahu sumedang, umumnya dijual dalam keadaan sudah digoreng. Bentuknya persegi. Ciri khas tahu ini terletak pada bagian dalamnya yang tidak padat (kopong), dan bagian luarnya agak kasar (tidak halus). Karena rasanya gurih dan teksturnya lembut, tahu jenis ini sangat cocok dijadikan kudapan.

tahu pong, adalah tahu khas Semarang. Tahu pong harus digoreng sampai kulitnya kering. Disebut ‘pong’, karena, setelah digoreng, dalamnya kosong/kopong dan luarnya kering.

tahu sutera, dikenal pula dengan sebutan tahu air. Warnanya putih susu. Keistimewaannya adalah teksturnya sangat lembut dan halus seperti sutera. Makanya, disebut tahu sutera.

Karena teksturnya sangat lembut, ketika menggoreng tahu ini, jangan terlalu diaduk/dibalik agar tidak hancur.

tahu telur (egg tofu), tahu ini berasal dari Jepang atau Taiwan. Terbuat dari sari kacang hijau, bukan sari kedelai seperti umumnya tahu yang lain. Warnanya putih susu kekuningan, karena bahan pembuatannya dicampur telur.Tekstur tahunya lembut dan banyak mengandung air. Di pasar swalayan, tahu ini dijual dalam bentuk lonjong dalam kemasan plastik.

Untuk menggunakannya, keluarkan tahu dari plastik, lalu potong-potong sesuai selera. Karena teksturnya lembut dan banyak mengandung air, 30 -60 menit sebelum tahu dimasak, tiriskan airnya. Caranya, taruh tahu telur/tofu diwadah datar, tekan dengan baskom berisi air. Lakukan dengan hati-hati agar tofu tidak hancur.

Terkadang, kita suka membeli tahu. Tetapi, ketika kita akan memasaknya, tekstur tahu terasa keras. Atau, ada pula tahu yang berlendir. Ternyata, tahu-tahu seperti itu tidak baik untuk dikonsumsi.

Ciri-ciri tahu yang baik, adalah: tahu yang baru, yaitu tahu yang memiliki aroma dan cita rasa segar dan tidak berlendir.

Jika membeli tahu kuning, pilihlah yang warnanya kusam dan tidak mengkilap. Karena, hal itu menandakan tahu diwarnai dengan sari kunyit, bukanpewarna sintetis.

Perhatikan juga teksturnya, tahu yang baik dan masih baru akan membal kembali jika ditekan dengan tangan. Sebaliknya, jika tahu teksturnya terlalu keras, besar kemungkinan tahu diberi bahan pengawet, seperti formalin.

Sebaiknya, tahu dikonsumsi dalam waktu 24 jam. Untuk penyimpanan selama 3-4 hari, cuci tahu, lalu taruh dalam wadah. Kemudian, tuangi air dingin sampai tahu terendam. Lalu, tutup rapat dan simpan di dalam lemari es. Ganti air perendamnyasetiap hari. Supaya lebih tahan lama (1 minggu), sebelum disimpan, didihkan tahu selama 2-3 menit.

Meski saat ini banyak makanan modern yang makin memperkaya dunia kulinari, tetapi tahu tetap tak ditinggalkan para penggemarnya. Karena, selain murah dan mudah didapat, juga ternyata tahu merupakan makanan yang sangat baik untuk kesehatan.

Apakah Anda termasuk salah satu penggemar tahu?