Apakah Sudah Memilih dan Menyimpan Mi Dengan Benar?

Mi diproduksi dalam bentuk kering dan segar (basah). Kedua jenis mi ini harus direbus atau dikukus dulu sebelum diolah lebih lanjut. Aapapun mi yang ipilih, pastikan mi dalam keadaan bagus, tidak hancur, dan tidak berbau apek ketika dimasak.

Mi dibuat dari tepung terigu, tepung beras, ataupun tepung lainnya. Yang terbuat dari tepung terigu paing banyak jenisnya. Berikut adalah jenis-jenis mi yang saya rangkum dari beberapa sumber.

Mi segar, terbuat dari tepung terigu dan dijual dalam keadaan basah (sudah dimasak). Mi segar tidak perlu direbus kembali, cukup diseduh dengan air mendidih, atau dicuci di bawah air mengali untuk menghilangkan lemak, tepung, dan soda yang menempel, lalu tiriskan sebelum dimasak.

Mi segar sebaiknya dimasak secepatnya. Karena dijual dalam keadaan basah, mi segar tidak tahan lama. Jika tidak segera dipakai, taruh mi dalam wadah tertutup rapat, simpan dalam lemari es. Dengan cara ini, mi dapat bertahan agak lama, kurang lebih 3 hari.

Tetapi, bisa juga ditaruh di tampah yang telah beralas daun pisang, lalu ditutup lagi dengan daun posang atau serbet bersih agar tidak kering. Dengan cara ini mi hanya bisa tahan 1 hari.

Mi segar bertepung, terbuat dari adonan yang sudah dibentuk tetapi belum dimatangkan. Biasanya dijual dengan dilumuri tepung agar tidak melekat satu dengan yang lain, juga mudah dibentuk bulat. Mi jenis ini biasa digunakan untuk membuat mi ayam.

Dibanding mi segar, mi jenis ini bisa disimpan dalam lemari es lebih lama (kurang lebih 1 minggu). Ketika akan digunakan, ambil secukupnya untuk ukuran sekali makan, lalu simpan kembali sisanya dalam lemari es. Sebelum dipakai, rebus mi terlebih dahulu hingga matang.

Mi kering, mi yang dijual dalam keadaan kering. Berbeda dengan mi segar, mi kering lebih tahan lama. Mi kering yang disimpan dalam wadah tertutup rapat dapat bertahan selama 6 bulan. Tetapi, tentunya, semakin lama disimpan, kualitas mi akan semakin menurun. Terkadang, malah lebih menonjol bau apeknya.

Sebelum digunakan, mi jenis ini harus diseduh air panas atau direbus terlebih dahulu sampai lunak. Agak sulit menentukan waktu untuk merebus mi kering, tergantung kualitas dan cara memasaknya. Umumnya, merebus mi membutuhkan waktu 3 – 5 menit. Dan, biasanya, petunjuk diberikan pada masing-masing kemasan.

Mi telur, termasuk jenis mi yang terbuat dari tepung terigu dengan menambahkan telur ke dalam adonannya. Dijual dalam bentuk kering dan segar dalam berbagai ukuran, dari yang halus, sedang, sampai yang besar seperti tali tebal yang dikenal dengan nama mi hokkien.

Jika disimpan dalam lemari es, mi telur ini akan bertahan 1 minggu. sedangkan jika disimpan dalam freezer akan bertahan selama 3 bulan. Jika disimpan dalam freezer ketika akan digunakan keluarkan mi dalam keadaan beku dan langsung rebus dalam air mendidih sampai kembali ke bentuk aslinya.

Bihun dan kwetiau, keduanya dibuat dari tepung beras. Yang membedakan keduanya adalah ukurannya. Bihun bentuknya halus seperti rambut dan dijual dalam keadaan kering. Sedangkan, kwetiau bentuknya pipih lebar, dijual dalam keadaan basah dan juga kering.

Baik bihun dan juga kwetiau saat ini sudah banyak diproduksi dalam bentuk instan, sehingga lebih mudah memasaknya.

Sebisa mungkin, pilihlah kwetiau yang segar dan usahakan untuk menggunakannya dalam jangka waktu 5 hari. Karena, kwetiau tidak dapat disimpan dalam bentuk beku.

Soun dan misoa, keduanya memiliki bentuk yang sama-sama halus. Bedanya, soun terbuat dari pati kacang hijau, sedangkan misoa dari tepung terigu. Sebelum digunakan, biasanya soun diseduh dengan air mendidih hingga lunak. Soun yang bagus kualitasnya tidak hancur meskipun direbus lama.

Sementara misoa, hanya dipakai untuk campuran sup. Karena teksturnya sangat halus, cukup diseduh dengan kuah yang mendidih atau dimasukkan sesaat sebelum masakan diangkat dari api.

Mi Jepang, ada beberapa jenis. Jepang memiliki aneka mi yang khas. Diantaranya, udon, yang terbuat dari tepung terigu dengan bentuk tebal; yang bentuknya sedang disebut ramen; yang bentuknya sedang somen.

Yang bentuknya seperti kwetiau, lebar dan pipih, terbuat dari tepung terigu, dinamakan kishimen. Ada juga yang sama seperti soun tetapi lebih tebal, terbuat dari kanji kacang hijau, namanya harusame. Lalu, ada soba, mi khas Jepang yang terbuat dari sejenis gandum (buckwheat) yang membuat tekstur mi lebih kenyal dan berwarna kecokelatan.

Itulah sekilas tentang cara memilih dan menyimpan mi. Mudah-mudahan, tulisan ini dapat memberikan manfaat. ^_^