3 Versi Sejarah Eggs Benedict, Sarapan Penghilang Mabuk?

3 Versi Sejarah Eggs Benedict, Sarapan Penghilang Mabuk
Eggs Benedict versi Resto Pardon My French, Jakarta

Eggs Benedict adalah nama sebuah kuliner yang populer di banyak negara Eropa, selain Amerika Serikat. Makanan ini biasa dikonsumsi pada saat sarapan atau brunch (breakfast-lunch), alias sarapan yang terlambat atau makan siang yang terlalu dini.

Kuliner ini dibuat dengan menggunakan muffin Inggris (mirip dengan burger), telur apung (telur yang direbus/kukus tanpa kulit, bakon, atau ham (daging babi), . Meskipun demikian, di beberapa resto Jakarta, seperti Pardon My French di Jalan Wahid Hasyim disediakan Eggs Benedict yang halal dengan menggunakan daging sapi sebagai pengganti bakon atau ham. Ke semua bahan itu kemudian dilumuri oleh saus holandaise (saus yang terbuat dari mentega cair, kuning telur, jeruk, dan cuka berwarna kuning).

Sarapan ini terkenal di banyak negara dan hotel-hotel kelas internasional dunia banyak memasukkan makanan ini dalam menu yang ditawarkan.

Hingga saat ini asal muasal makanan ini tidak begitu jelas. Paling tidak ada 3 versi sejarah dari Eggs Benedict, dan lucunya setiap klaim terpisah puluhan tahun.

1> Versi Delmonico Restoran

Delmonico adalah sebuah restoran terkenal yang dimiliki keluarga Delmonico di wilayah Lower Manhattan.

Restoran ini mengklaim bahwa Eggs Benedict dikreasikan pertama kali di restoran tersebut pada tahun 1860. Salah satu chef-nya pernah menerbitkan resep bernama “Eggs a la Bendick” di tahun 1894.

2> Versi Lemuel Benedict

Lemuel Benedict, seorang pensiunan pialang saham mengklaim bahwa kuliner yang satu ini berasal dari idenya. Pada saat itu, ia mencari sesuatu yang dapat mengobati sisa mabuknya semalam. Ia menginginkan makanan berupa “roti bakar mentega, telur apung, daging renyah, dan saus holandaise”.

Ia mendapatkannya di Waldorf Hotel. Chef di sana, Oscar Tschirky tertarik pada menu tersebut dan kemudian memasukkannya dalam daftar menu makan siang. Bedanya ia menggantikan roti bakar mentega dengan muffin Inggris dan ham digantikan bakon.

Kejadiannya menurut Benedict terjadi di tahun 1894 dan diterbitkan dalam kolom koran The New Yorker pada tahun 1942.

3> Versi Komodor Benedict

Versi terakhir sejarah Eggs Benedict diklaim oleh Edward P. Montgomery. Ia pada tahun 1967 mengatakan dalam suratnya ke pada kolumnis The New York Times bahwa resep tersebut berasal dari teman pamannya yang bernama Komodor E.C. Benedict.

Memang, kalau sesuatu sudah tenar dan populer pasti akan banyak pihak yang mengklaim. Tetapi, yang penting, yang manapun versi sejarahnya, memang Eggs Benedict itu ternyata enak sekali. Itu yang saya rasakan ketika makan Eggs Benedict di restoran Pardon My French, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Silakan coba kalau tidak percaya.

Leave a Comment