Tomat, Si Merah Merona; Dulu, Disangka Beracun

Siapa yang tak kenal dengan buah satu ini?

Bentuk buahnya yang bulat, mungil, sederhana, tapi merah merona, dan memiliki banyak penggemar dari masa ke masa.

Bagi para penggemarnya, rasa masakan akan terasa kurang nikmat bila tidak dilengkapi dengan kehadiran buah satu ini.

Bagaimana tidak? Cita rasanya yang segar, manis, sedikit asam, serta aromanya yang tidak terlalu tajam dapat diolah menjadi aneka masakan.

Bagi yang tidak mau repot, buah ini dapat dinikmati langsung sebagai buah segar ataupun dibuat jus.

Buah apakah itu?

Yup, kamu benar!..Iya, kamu!..Kamu yang itu!..*gaje*..:-))

Tomat!

(pake pura-pura nanya..wong, di judul juga udah disebutin..*tutup kepala pake ember*)..:-))

Buah ini pertama kali ditemukan sebagai tumbuhan liar. Tumbuh di celah-cleah batu pegunungan di daerah Peru. Kemudian, oleh bangsa Meksiko, tomat dibudidayakan. Sehingga, buah ini kemudian menyebar luas ke berbagai negara.

Di setiap negara, tomat memiliki nama yang berbeda-beda. Di Inggris buah ini disebut tomato. Suku Aztec (suku Indian yang berpusat di Meksiko dan Amerika Tengah) menyebutnya xitomatle. Sementara, bangsa Spanyol menyebutnya timato. Dan orang Perancis menyebutnya pomme d’amour. Dan, tentu saja masih banyak sebutan-sebutan lainnya untuk tomat.

Di balik bentuk dan warnanya yang mungil merah merona itu, ternyata, pada awalnya, buah ini dianggap sebagai buah beracun yang mematikan. Pada tahun 1820, dengan disaksikan banyak orang, Robert Gibson Johnson mencoba bunuh diri dengan melahap beberapa buah tomat.

Lalu, apa yang terjadi?

Ternyata, ia tetap segar bugar. He..he..Dan, sejak itulah orang mulai percaya bahwa tomat tidak beracun. Bahkan, orang mulai menggemari buah satu ini.

Selain rasanya yang menyegarkan, ternyata, buah ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Karena, buah ini banyak mengandung vitamin, pigmen merah berupa lycopene, dan juga mengandung antioksidan yang sangat membantu dalam mengurangi risiko kanker.

Tanaman tomat merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan termasuk tanaman yang tidak sulit cara menanamnya. Meski, tanaman ini termasuk jenis tanaman yang hidupnya singkat. (biasanya memang seperti itu; yang cepat datang, akan cepat pergi..*aposeh?..ora nyambung..blasss*).. :-))

Keberadaan buah satu ini sangat mudah ditemukan; baik yang segar maupun dalam bentuk olahan. Di pasaran, harganya relatif murah. Jenisnya pun beragam. Hal-hal tersebut, mungkin, yang menyebabkan buah ini semakin digemari.

Jadi, apakah Anda sudah menjadi salah satu penggemar tomat?

Oiya, ini ada sedikit tips ketika membeli dan menyimpan tomat :

* Tomat segar dapat dilihat dari warnanya yang merah merona, tangkai yang masih segar, dan ketika dipegang terasa padat/kencang. Pada waktu membeli, hindari tomat yang kulitnya memar, pecah-pecah, kasar, dan agak lembek.

* Daya tahan tomat relatif tidak lama. Untuk menyimpan dalam lemari es, bungkus tomat dengan plastik tertutup. Atau,

Pada saat tomat sedang melimpah dan murah, simpan tomat segar yang sudah dikupas kulit dan dibuang bijinya dalam freezer. Tetapi, untuk memanfaatkan tomat, sebaiknya membuat beragam olahan darinya. Misalnya, saus tomat.

Yup, itulah sedikit tentang buah murah meriah tapi menyehatkan ini sekaligus sedikit tips ketika membeli dan menyimpannya. Mudah-mudahan, tulisan ini bermanfaat.

^_^

Leave a Comment