Tips Mengempukkan Daging yang Mudah dan Tak Ribet

Pernah ngalamin, ga?

Ketika mengundang beberapa teman untuk makan di rumah, kita sengaja membuat masakan istimewa, seperti bistik. Kita berusaha masak seteliti mungkin sesuai resep yang ada. Tetapi, hasilnya, ternyata, bistik yang kita masak keras seperti sol sepatu.

Pernah ngalamin?..Untungnya, saya belom. Termasuk makan sol sepatunya. Ha..ha..

Tips Mengempukkan Daging yang Mudah dan Tak Ribet

Tapi, kata orang-orang, sih..kalau ngalamin seperti itu, jangan cepat berputus asa. Meski malunyaaaa..mana tahan!!..ha..ha..

Jadi, katanya, memasak daging itu ga susah-susah amat, sih. Asal, kita tahu caranya. Ya iya, lah..:-))

Salah satu kendala yang sering terjadi saat memasak daging adalah saat masakan sudah matang tetapi daging masih keras.

Bagaimana cara mengempukkannya? Terutama ketika kita memasak daging dari bagian yang aktif (berotot), seperti bagian paha.

Salah satu caranya adalah memotong daging dengan melawan seratnya. Tetapi, dalam masakan Indonesia, ada beberapa masakan menggunakan daging yang dipotong mengikuti serat.

Ada beberaa cara yang dapat dilakukan supaya kita memasak daging lekas empuk tapi tak membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana caranya?

Yang pertama adalah dengan memasukkan garpu ketika kita sedang merebus daging. Jujur saja, saya belum berhasil memakai cara ini. 😀 Tapi, jika mau mencoba cara ini, silakan. 😀

Yang kedua adalah membungkus daging dengan daun pepaya. Caranya : memarkan daun pepaya, terutama tulang daunnya. Bungkus daging dengan daun pepaya tersebut. Biarkan selama 1 jam atau lebih sebelum dimasak. Papain yang terkandung dalam daun pepaya berfungsi sebagai pelunak daging.

Yang ketiga adalah dengan merendam daging dalam cairan beralkohol. Seperti, anggur minuman, cuka anggur, sherry, angciu. Cuka dan jeruk nipis pun dapat digunakan. Rendam daging dalam perendam yang mengandung salah satu bahan tersebut. Karena kesemua bahan tersebut berfungsi melunakkan serat.

Yang keempat, dengan menggunakan bahan pengempuk. Bahan ini terbuat dari sari getah pepaya. Ikuti petunjuk pemakaiannya agar daging menjadi tidak hancur dan terasa hambar. Biasanya, untuk 1kg daging ditambahkan bahan pengempuk sebanyak 1sdm. Kemudian, diamkan selama 20 menit. Sebelum dimasak, cuci daging sampai bersih.

Yang kelima dengan menggunakan cara yang sering dilakukan. Yaitu, dengan memukul-mukul daging. Cara ini bertujuan memutus serat-serat daging. Biasanya. cara ini dipakai saat kita akan memasak empal atau dendeng. Tetapi, sebaiknya, cara ini dihindari karena akan membuat sari daging keluar. Kalaupun perlu dipukul-pukul, lapisi daging dengan selembar palstik.

Yang keenam. Cara ini merupakan salah satu cara yang dianjurkan. Yaitu, membiarkan daging di dalam lemari es (bukan freezer) selama 1-2 hari. Memang, warna daging akan sedikit buram, tetapi bukan berarti daging rusak. Rasanya akan tetap bagus. Dan, ketika dimasak, daging akan lebih empuk.

Yang ketujuh, dengan menggunakan nanas parut. Olesi daging dengan nanas parut. Cara ini bisa digunakan untuk mengempukkan daging. Tetapi, kadang, dapat membuat rasa daging berubah karena aroma nanas lebih kuat. Meski, banyak juga yang suka cara ini karena daging akan terasa lebih enak ketika dikonsumsi. Cara ini bukan untuk daging yang bertekstur lembut.

Saya pernah menggunakan cara ketujuh ini. Tetapi, karena saya menggunakan nanasnya terlalu banyak dan direndam terlalu lama, jadi daging menjadi hancur ketika dimasak. Dagingnya jadi lumer. Serius! Ha..ha..Katanya, sih..Untuk 1kg daging cukup menggunakan setengah buah nanas, lalu direndam dalam nanas parut kurang lebih selama 30 menit.

Yup, segutu, deh, tips yang saya tahu untuk mengempukkan daging agar daging tidak membutuhkan waktu memasak yang lama.

Mudah-mudahan, tulisan ini bermanfaat.

Ayo, jangan takut mengundang tamu untuk makan di rumah. Karena sekarang, tentunya daging yang dimasak tidak akan bertekstur seperti sol sepatu lagi. Ha..ha..

^_^

Sharing is caring!

Leave a Comment