Riwayat Mi; Si Keriting yang Menjadi Favorit dan Selalu Dicari

Tiada hari tanpa mi“, begitulah mungkin semboyan para penggemar mi. Bagi para penggemar mi, bisa-bisa, dalam sehari, dari pagi sampai malam hanya menyantap mi. Entah itu mi goreng, mi kuah, dan, yang paling sering, tentunya, mi instan.

Kegemaran menyantap mi bisa dibilang karena mi merupakan makanan yang praktis juga mudah diolah dalam berbagai bentuk. Bisa dimasak dengan kuah banyak atau sedikit, biasanya bentuk ini cocok untuk santapan saat udara dingin. Bisa juga digoreng, yang cocok untuk variasi makan siang, bekal ke kantor, sekolah, ataupun untuk piknik. Atau bisa juga digoreng kering, lalu disiram kuah ataupun daging. (menurut saya, yang paling praktis adalah mi instan. Apalagi, mi instan sekarang tersedia dalam banyak variasi bentuk dan juga rasa). 😀

Menurut sejarahnya, mi berasal dari benua Asia, tepatnya Tiongkok. Di negara asalnya ini, mi dibuat sejak abad ke-1. Beberapa waktu kemudian, pada zaman dinasti Sung (960 – 1280), warung-warung mi pun semakin populer. Karena pesonanya, konon, penyebaran mi selanjutnya sampai ke benua Eropa.

Di benua Eropa, mi diperkenalkan oleh Marcopolo akibat penjelajahannya ke Cina pada abad 18. Setelah itu, mi pun menyebar dengan cepat sampai ke beberapa negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan temasuk Indonesia.

Kalau di Eropa, mi terbuat dari terigu, yang kemudian hari berkembang dan dikenal dengan sebutan ‘pasta’. Sementara, di Asia, bahan pembuat mi lebih beragam. Misalnya, tepung beras untuk bihun atau kwetiau, pati kacang hijau untuk soun, ataupun buck wheat untuk udon.

Di setiap negara, mi memiliki cita rasa yang khas dan sangat berbeda. Banyak negara, terutama di Asia Tenggara, telah mengembangkan aneka masakan mi. Seperti di Indonesia saja, ada laksa, mi Medan, rujak mi, soto mi, dll,. Kesemuanya itu merupakan beberapa hidangan mi rekaan Indonesia.

Sementara, di Thailand ada mi Siam dan puluhan masakan mi lainnya yang tidak bisa ditemukan di negara asalnya. Di Jepang, apalagi. Jepang telah mengembangkan mi sendiri yang sangat khas.

Pada mulanya, mi dimasak dengan cara digoreng atau direbus. Kemudian, dalam perkembangannya, mi tidak saja disajikan dalam bentuk digoreng atau diberi kuah, tetapi digoreng sampai kering dan renyah seperti kerupuk. Lalu, disiram dengan tumisan sayuran, daging atau sea food sesaat sebelum disajikan.

Di Indonesia, mi mulai populer pada tahun1970-an. Waktu itu, mulai dikembangkan industri mi modern. Kini, mi telah menjadi makanan selingan favorit dalam ebntuk mi instan. Selain mudah diperoleh, murah, dan mudah dipadupadankan dengan aneka sayuran, daging, ataupun seafood. Hal ini membuat mi menjadi makanan favorit yang sukar ditandingi.

Itulah sedikit tentang mi yang saat ini menjadi makanan favorit yang selalu dicari. Apakah Anda termasuk salah satu penggemarnya?

^_^