Ketika Si Kecil Melancarkan Demo

Hal yang juga membingungkan adalah ketika si kecil mogok makan. Apalagi sampai berhari-hari.
Hi..hi..
Kata Ibu saya, dulu, saya juga seperti itu. Waktu Ibu saya pun mencoba beberapa cara supaya anaknya ini menghentikan mogok makannya.
Karena, kalau anak mogok makan itu yang dikhawatirkan adalah salah satu dari gejala sakit.

Ketika Si Kecil Melancarkan Demo

Makanya, para orang tua pasti khawatir dan bingung ketika anaknya mogok makan. Selain sakit, yang dikhawatirkan berikutnya adalah karena stres. Meski masih kecil, tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut mengalami stres. Iya, kan?

Pengalaman Ibu saya dulu ketika menghadapi saya yang mogok makan, adalah meminta bantuan Mbok Ayu jamu langganan untuk membuat ramuan tradisional penambah selera makan. Tentunya, cara ini juga membutuhkan usaha yang ekstra. Karena, pada waktu itu, saya pun berlari menghindari Ibu setiap Ibu membawa ramuan dari Mbok Ayu jamu itu. Siapa yang rela dicekok? :-))

Akhirnya, saya memang berhasil dicekok waktu itu. Dan, memang efeknya nyata!

Akhirnya, saya mau makan. Tapi, ternyata, ramuan itu tidak berefek untuk selamanya. Selang beberapa waktu kemudian, saya pun susah makan lagi. Untuk mencekok lagi, sepertinya Ibu sudah menyerah. Karena, yang ada, hanya aksi kejar mengejar.


Tetapi, pada akhirnya, saya luluh, menyerah, dan bersedia untuk tidak susah makan lagi. Karena Ibu menyuapi saya. Ha..ha..Tangan Ibu memang peyedap rasa pada makanan nomor 1 di dunia. 😉 Sejak saat itu, sampai beberapa saat lamanya, saya makan dengan disuapi Ibu. 😀

Mungkin, itu memang salah satu cara yang bisa dibilang ampuh ketika anak mogok makan. Pendekatan secara emosional. Cieeeee..gayane wes koyo psikolog anak..tutup muka..ha..ha..

Itu cerita saya dulu. Dan, ternyata, sampai sekarang banyak para orangtua yang memang merasa kebingungan ketika anaknya mogok makan.

Ada pengetahuan dan juga trik yang saya dapat dari beberapa sumber yang saya coba rangkum di dalam tulisan ini.

Pendekatan emosional merupakan satu cara yang penting ketika anak mogok makan. Usahakan tidak memarahi, mencemooh, apalagi membandingkannya dengan anak yang lain. Jika bisa, selalu adakan makan bersama anggota keluarga.

Selain pendekatan emosional, cara lainnya yaitu mengatur menu untuk anak. Memang, mengatur menu khusus untuk anak-anak tidaklah mudah. Selain harus memikirkan kecukupan gizi, juga harus memperhatikan bentuk makanan agar terlihat menarik dan menerbitkan selera pada anak.

Sajian makanan untuk anak-anak lebih mudah mereka terima jika dibuat berdasarkan makanan yang mereka sukai. Biasanya, makanan yang sangat menarik minat mereka adalah makanan jajanan dan makanan cepat saji.


Seperti saya dulu, mungkin, banyak anak yang lebih suka jajan daripada makan masakan di rumah. Sedangkan, seperti yang kita tahu, kebersihan makanan di luar rumah seringkali sulit untuk dipertanggungjawabkan. Belum lagi jika ingat dengan kandungan lemak jenuhnya, bahkan zat aditifnya.

Karena itu, tidak ada salahnya jika kita membuat makanan jajanan yang mereka sukai. Tetapi, dengan memilih bahan makanan yang segar dan berkualitas. Hindari makanan yang berpengawet, apalagi yang dibubuhi zat aditif, seperti pewarna, pemanis buatan, dll. Usahakan masak makanan untuk anak dengan cara yang sehat, seperti dikukus atau direbus. Jika memang harus digoreng, gunakan minyak baru, bukan minyak yang telah dipakai ulang (jelantah).

Umumnya, anak-anak tidak suka makan sayuran, juga ikan. Makanya, pada kesempatan ini, masukkan/campurkanlah sayuran/ikan pada makanan kesukaan anak. Untuk menyamarkan rasa dan baunya, bahan bisa dicincang atau diiris halus. Usahakan tidak memblender agar serat kasarnya tidak berkurang manfaatnya.

Untuk menarik perhatian, ketika membentuk atau mencetak makanan, buatlah bentuk yang menarik dan lucu. Beberapa bahan di dpaur dapat dijadikan hiasan untuk mempercantik penyajian. Selain itu, warnapun dapat membantu memperkuat daya tarik. Usahakan menggunakan pewarna alami. Jika tidak memungkinkan, bisa menggunakan pewarna buatan, tetapi pilih yang berkualitas dan gunakan sesedikit mungkin.

Demikianlah yang bisa saya rangkum dari beberap sumber yang saya dapat.

Jika anak mogok makan, usahakan jangan langsung dicemooh atau dimarahi. Ajaklah makan bersama keluarga, sekaligus menunjukkan bahwa makanan yang disajikan tersebut nikmat rasanya. Bila anak hanya menyenangi satu jenis makanan saja, sediakan dalam jumlah yang lebih sedikit. Variasikan dengan lauk pauk yang lain.

Cara ini dimaksudkan, jika anak tersebut masih lapar, mau tak mau, dia akan mencoba lauk lain tersebut.
Untuk membangkitkan selera, dapat diberikan air jeruk peras beberapa saat sebelum makan.

Semoga, trik dan info yang saya rangkum ini dapat membantu ketika Si Kecil Anda melancarkan aksi demo ‘mogok makan’nya.

😀

Sharing is caring!