Ketika Krisis Melanda Dapur

Krisis pun bisa melanda dapur. Yah, yang dimaksud selain yang berhubungan dengan finansial, lha..ha..ha..

Yang saya maksud krisis di sini adalah ketika kita telah merencanakan sesuatu. tetapi tiba-tiba ada ‘sedikit’ masalah yang terjadi di dapur. Tentunya hal tersebut membuat kita panik. Seperti, misalnya, ketika kita harus cepat menghidangkan masakan untuk tamu, tetapi ternyata ikan masih membeku. Atau, gas habis ketika sedang memanggang kue. Tentunya, kue akan mengempis.
Bingung..bingung..pastilah jadi bingung..:-D

Ketika Krisis Melanda Dapur

Tetapi, sebenarnya, hal tersebut dapat diatasi dengan sikap yang bijaksana, rajin menabung, tidak sombong, dan juga pintar..boy..boy..si boy..halah..kriuk!..

Dengan sedikit kreativitas, kita setidaknya dapat mengatasi rasa panik yang pastinya segera menyerang, dan juga dapat memperbaiki keadaan.

Bagaimana caranya? Yuk, baca tips-tips di bawah ini. 😀

Masakan keasinan
Yang sering dialami adalah masakan yang keasinan. Bagaimana mengatasinya?
Untuk masakan yang berkuah seperti sup, bisa ditambahkan sepotong kentang mentah. Masak beberapa saat sampai kentang matang. Kentang bisa menyerap rasa asin. Bila cara tersebut tidak berhasil, tambahkan 1/4 sdt gula pasir dahulu. Gula tidak dapa menghilangkan rasa asin, tetapi bisa mengelabui dengan menutup rasa asin.

Untuk tumisan, kita dapat menambahkan 1 sdt gula pasir dan cuka. Tetapi, yang paling sederhana dengan menambah sedikit gula pasir.

Masakan terlalu manis
Masakan terlalu manis juga hal yang sering terjadi saat kita memasak. Untuk mengatasinya, kita dapat menambahkan sedikit garam dan cuka.

Saus terlalu cair/encer
Jika saus yang kita buat terlalu cair/encer, masak lebih lama hingga airnya berkurang. Bisa juga ditambahkan larutan maizena atau pure kenatng untuk mengentalkannya.

Sayuran membusuk
Jangan langsung dibuang jika kita mendapati sayuran yang kita simpan ternyata membusuk. Kecuali jika semua bagiannya membusuk, ya..terpaksa kita buang juga, lha..hi..hi..Tetapi, jika ada beberapa bagian yang emmbusuk, buang bagian yang berwarna kehitaman. Rendam dengan air dingin/es, tiriskan. Bungkus dalam kantung plastik, masukkan ke dalam lemari es. Sayuran akan kembali segar dan renyah.

Kita seringkali menjumpai selada, daun seledri, peterseli, daun kemangi, daun mint layu yang kita simpan, ternyata ada beberapa bagiannya yang layu dan membusuk. Bisa juga dengan cara merendam dalam air es/dingin yang diberi 1 sendok makan gula pasir. Atau, direndam dalam air es/dingin yang diberi beberapa irisan kentang mentah.

Kue bolu hangus/gosong

Ketika akan menghidangkan, buang bagian yang hitam atau gosong. Kemudian, bisa dibiarkan utuh atau dipotong-potong. Siram dengan saus vanila atau selai buah menurut selera.

Beras bau apek
Agar nasi lebih nikmat dan tak berbau apek, ketika membuat aronan, tambahkan sedikit garam dan daun salam. Atau bisa juga dengan menambahkan beberapa lembar daun pandan, lalu kukus.

Nasi bau sangit
Jika bau sangit karena gosong saat diaron, bisa dengan menambahkan beberapa lembar daun pandan ketika mengukus. Tetapi, kalau bau sangit karena kehabisan air saat dikukus, segera selipkan selembar daun pisang saat nasi masih panas.

Nasi kurang matang
Perciki sedikit air lalu kukus lagi hingga benar-benar masak.

Pasta lengket
Urai lagi dengan menyiramkan air panas dan sedikit minyak goreng/mentega. Jangan menggunakan margarin karena akan mengeras jika dingin.

Sayuran pelengkap steak bersisa
Jangan dibuang! Sayuran rebus ini bisa dimanfaatkan lagi. Potong-potong kecil, campurkan ke dalam ragu. Pakailah unyuk isi pastel, risoles, atau kroket.

Tumis taoge layu
Peristiwa ini seringkali terjadi dan dapat dicegah. Agar tumis tauge tetap renyah saat dihidangkan, sebelum dimasak, rendam tauge dalam air es hingga dingin dan kaku/renyah, lalu tiriskan.

Jamur cepat busuk
Untk menghindari hal ini, bungkus persediaan jamur dengan kertas. Simpan dalam lemari es, agar jamur ettap segar dan tidak rusak.

Kaldu
Untuk menjernihkan kaldu, masukka kulit telur yang sudah dicuci bersih, atau telur putih kocok.
Didihkan kaldu selama 2 – 3 menit, lalu ambil kulit/putih telur yang sudah masak. Saring kaldu dengan air bersih.

Masak ayam beku terburu-buru
Dalam keadaan mendesak, ambil ayam beku dari freezer, rendam dalam air hingga meleleh. Keluarkan jeroan (kalau ada) dari rongga ayam. Setelah daging meleleh, cuci rongga ayam dengan air panas. Segera masak, supaya tidak abnyak cairan/sari daging yang hilang dan bakteri salmonella tidak cepat berkembang.

Waktu terlalu sempit untuk merendam ayam
Gurat daging ayam sebelum direndam agar bumbu meresap.

Ayam masak tapi bagian tengahnya kurang matang (masih berwarna merah)
Bungkus ayam yang kurang matang tersebut dengan kertas aluminium lalu panggang pada suhu 180 derajat selama 20 emnit. Kita akan emndapatkan ayam yang bagian dalamnya masak, tapi bagian luarb tidak terlalu kering.

Masakan steak kurang matang
Bungkus steak yang kurang matang tersebut dengan aluminium foil, lalu panggang sampai masak.

Salah memilih daging steak yang keras
Jangan putus asa. Pukul-pukul daging, lalu rendam dalam bumbu perendam, taruh dalam pinggan tahan panas. Lalu, panggang dalam oven dengan api kecil.
Kalau ternyata masih tetap keras, olah menjadi hidangan lain. Potong daging tipis-tipis, tumis atau masak dengan saus sip pakai yang tersedia di dapur.

Ternyata, krisis yang terjadi di dapur tidak hanya seperti yang disebutkan di atas saja. Masih banyak lagi krisis lainnya yang bisa bahkan sering terjadi di dapur. Untuk krisis lainnya, dapat dilihat di postingan selanjutnya, ya..:-D

(bersambung)

Sharing is caring!

Leave a Comment