Jangan Bawa Makanan Ini Kalau Bepergian!

Menyiapkan bekal merupakan salah satu kegiatan yang sering kita lakukan bila hendak bepergian. Ketika melakukan perjalanan jarak dekat, biasanya kita tak terlalu memikirkan soal bekal. Karena, rasa lapar yang kmungkinan menyerang masih bisa diajak berdamai. Sedangkan kelelahan pun belum sempat terasa.

Tetapi, ketika kita akan melakukan perjalanan jauh, yang menghabiskan waktu berjam-jam, tentunya perbekalan harus dipikirkan dan dipersiapkan. Biasanya, yang saya sering lakukan, sih..menyiapkan bahan makanan yang sesuai selera saya, meski tetap dipilih; yang mengenyangkan. yang menyegarkan, dan cemilan-cemilan ringan, (semacam keripik-keripik yang ber-MSG itu). Untuk minumannya, selain air mineral, kalo saya, sih..ya, menyiapkan minuman sesuai selera saya juga; yang bersoda, yang menyegarkan.

Ketika melakukan perjalanan jarak jauh, selain memperhatikan faktor-faktor keselamatan, ternyata, memilih perbekalan juga ternyata perlu diperhatikan. Tidak semata-mata yang memenuhi selera kita saja.

Lalu, makanan seperti apa, sih, yang sebaiknya kita persiapkan?

Katanya, sih, makanan-makanan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Alaminya, makanan yang kita makan membutuhkan waktu setidaknya 4 jam untuk selesai dicerna. Untuk kemudian, makanan yang kita makan tersebut diproses di usus. Nah, pada saat inilah, perut akan merasa lapar atau bahasa kerennya ‘keroncongan’.

Pada dasarnya, bekal yang kita bawa haruslah yang mengandung cukup energi (kalori), protein, vitamin, dan mineral, dalam bentuk praktis dan tahan lama. Energi bisa kita peroleh dari karbohidrat.

Ketika terkena macet, baik di dalam perjalanan dekat maupun jauh, toleransi tubuh terhadap stres dan ketahanan otot kita akan menurun. Meski tubuh tak terlalu aktif, tetapi yang namanya bepergian jauh, baik ditempuh dengan menggunakan moda transportasi manapun, biasanya akan menimbulkan keletihan. Karena, meski hanya duduk saja di dalam kendaraan, tetapi hal itu dapat menyebabkan otot menjadi kurang lentur. Sehingga akan mudah terkena sakit pinggang, leher atau persendian kaku. Di saat inilah mineral dan vitamin diperlukan. Terutama, Natrrium, Kalium, Magnesium, Besi, Vitamin B1, B6, dan Vitamin C.

Roti isi daging, lontong isi daging atau ayam dan sayuran, lemper ayam, kroket atau sejenisnya ditambah sekotak sari buah atau air mineral merupakan paduan bekal yang baik. Roti, beras (pada lontong), ketan (lemper), kentang (kroket) mengandung cukup energi. Sementara dagingserta ayam merupakan sumber protein. Untuk vitamin dan mineralnya ada pada sari buah, air mineral, dan sayuran pengisi lontong.

Jenis makanan-makanan tersebut tergolong awet dan praktis. Karena, selain mudah dibawa, juga dapat kita beli di toko-toko kue. Untuk alasan terakhir tentunya cuma berlaku untuk yang tidak sempat menyiapkannya di dapur.

Tetapi, makanan-makanan yang disebutkan di atas itu bukan hal yang mutlak. Dalam artian, padu padan jenis makanannya bisa diatur sesuai selera masing-masing.

Hanya, ada beberapa hal yang butuh perhatian. Kalau bisa, ketika hendak membawa bekal, hindarilah makanan yang berlemak. Memang, lemak dikenal sebagai penghasil karbohidrat tinggi. Tetapi, ketika akan melakukan perjalanan, apalagi dengan jarak yang jauh, lemak tidak diperlukan. Karena, tubuh hanya memerlukan cukup energi dan bukan energi yang tinggi. Di samping itu, makanan berlemak dapat menyebabkan rasa mual. Dan, tentunya, ketika kita melakukan perjalanan, hal ini dapat menimbulkan masalah baru.

Sebaiknya menghindari makanan yang mengandung vetsin/MSG dan zat tiramin (tyramin). Karena, tiramin dapat menyebabkan tekanan darah naik dengan cepat, sehingga kepala akan terasa berat. Sedangkan vetsi/MSG akan mengganggu fungsi pembuluh darah yang dapat mengakibatkan terhambatnya pasokan darah ke otak. Hal ini, tentunya menyebabkan sakit kepala juga.

Tiramin dapat kita temukan, contohnya seperti dalam pindakaas (selai kacang), cokelat, krim asam, bawang, mustard, kopi, yoghurt, dan minuman beralkohol. Sedangkan vetsin/MSG dapat dijumpai pada fast food, chinese food, dan pada cemilan-cemilan ringan yang ber-MSG.

Selain 2 kelompok makanan di atas, ternyata es krim juga dapat menyebabkan kepala pening. Karena, es krim mengakibatkan rasa dingin pada langit-langit dan tenggorokan yang dapat mengacaukan sistem pembuluh darah. Jadi, sebaiknya menghindari mengonsumsi es krim ketika melakukan perjalanan jauh.

Sari buah jeruk dan pisang juga sebaiknya tidak menjadi pilihan ketika kita bepergian jarak jauh. Apalagi bagi yang menderita penyakit tertentu dan peka terhadap rasa asam. Sebaiknya, pilihan kedua sari buah ini diganti dengan air mineral saja.

Bila dipikir-pikir, ternyata banyak juga hal-hal yang perlu diperhatikan.Tetapi, itu semua memang dimaksudkan untuk mengusir rasa kantuk dan jenuh selama perjalanan, sehingga perjalanan akan terasa nyaman dan menyenangkan.

Sharing is caring!