Apakah Sudah Tahu Cara Memarut dan Memeras Kelapa?

Kelapa tak lepas peranannya dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat Indonesia. Di mana, yang kita tahu, kelapa selalu hadir di dalam dunia per-dapur-an Indonesia. Kelapa yang hadir di dunia per-dapur-an masyarakat Indonesia, umumnya berbentuk santan ataupun dalam bentuk yang sudah diparut.

Tetapi, tahukah? Ternyata, ada 2 cara memarut kelapa yang akan menghasilkan bentuk yang berbeda untuk keperluan yang berbeda pula.

Yang pertama, parut memanjang, yaitu kelapa diparut mengikuti serat; dengan posisi menghadap ke atas bawah. Bagian yang berkulit berada di atas, sementara permukaannya berada di bawah. Dengan cara ini akan dihasilkan hasil parutan kelapa yang memanjang, biasa digunakan untuk serundeng, balutan kue-kue trdaisional, kelapa parut kering, dll.

Yang kedua, parut biasa/halus., yaitu kelapa diparut memotong serat; dengan posisi menghadap ke depan dan ke belakang. Dengan cara ini akan dihasilkan kelapa parut yang halus, paling baik untuk diambil santannya.

Tingkat kehalusan kelapa parut juga ditentukan oleh parutan itu sendiri. Bila parutan bergigi jarang dan panjang, maka hasil parutan akan semakin kasar. Sedangkan, jika parutan bergigi halus dan pendek, maka hasil parutan akan halus/lembut.

Untuk praktisnya, sekarang telah tersedia mesin pemarut kelapa, baik yang berukuran kecil untuk rumah tangga, maupun yang berukuran besar untuk industri.

Dalam dunia per-dapur-an Indonesia juga, kita sering menemukan kata ‘santan kental’ dan ‘santan encer’. Bagaimanakah cara untuk mendapatkan santan tersebut?

Untuk mendapatkan santan kental juga berminyak, pilih kelapa yang sudah tua (kulitnya cokelat tua dan kering), lalu diparut halus. Sebaiknya, kulit kelapa dikupas dahulu agar diperoleh santan yang bersih dan tidak ada endapan. Tetapi, untuk masakan tertentu, kadang-kadang, kelapa tidak perlu dikupas/dikerok. Misalnya, untuk rendang, gulai, opor, dll.

Yang dimaksud santan kental adalah hasil perasan pertama. Caranya, remas-remas 500 g kelapa parut dnegan 120 ml air hangat.Peras, lalu saring, hasil santannya kurang lebih 250 ml.

Santan encer adalah hasil perasan berikut setelah santan kental. Tambahkan 120 ml air pada kelapa parut, ulangi beberapa kali sampai didapat jumlah santan yang dibutuhkan. Simpan santan dalam freezer agar tidka cepat basi.

Selain santan segar, kini sudah abnyak dijual santan siap pakai. Ada yang berbentuk cair, juga bubuk, yang dikemas dalam karton, kaleng, ataupun plastik.

Untuk mendapatkan santan kental dari santan siap pakai kemasan, tambahkan 1 gelas air pada 1 gelas santan cair.

Untuk mencairkan santan bubuk, ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Simpan sisa santan yang belum terpakai dalam lemari es, tutup rapat agar tidak cepat tengik ataupun terkontaminasi bau dari luar.

Nah, bagaimana? Mudah-mudahan, tulisan ini membantu dan bermanfaat.

^_^

Sharing is caring!

Leave a Comment