8 Tips Supaya Tidak Terjebak Hutang Kartu Kredit

Tips Supaya Tidak Terjebak Hutang Kartu kredit

Penggunaan kartu kredit sudah merupakan sebuah hal yang biasa dan akan terus bertambah pesat di masa depan. Digalakkannya penggunaan e-money atau uang elektronik diperkirakan akan terus menambah jumlah penggunanya di masa datang. Apalagi sistem yang digunakannya adalah beli sekarang dan bayar kemudian memberikan kemudahan berbelanja bagi siapapun.

Meskipun demikian, setiap orang harus tetap berhati-hati agar tidak terjebak hutang kartu kredit. Bagaimanapun kemudahan penggunaannya bukanlah cuma-cuma dan berupa hutang yang harus dibayar. Bunganya pun tidaklah kecil karena mencapai 3% perbulan dari nilai transaksi.

Ada beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk menghindari jeratan kartu kredit yang bisa dilakukan, yaitu :

1) Jangan memiliki kartu kredit

Cara terbaik adalah dengan tidak memiliki kartu kredit. Dengan begitu tidak akan ada godaan untuk menggunakannya.

Masalah yang kerap menyebabkan seseorang terjebak hutang kartu kredit adalah kemudahannya yang membuat orang lupa diri. Mereka menjadi tidak terkontrol karena kemudahannya mendorong orang untuk terkadang membeli secara berlebihan atau sesuatu yang tidak perlu.

Pergunakan kartu debit saja dengan begitu akan selalu ada rem.

2) Buat budget rumah tangga

Tapi, kalau kartu kreditnya sudah ada, masih ada cara lain untuk terhindar dari mempunya hutang kartu kredit.

Biasakan memiliki budget dalam rumah tangga. Dengan begitu pengeluaran akan menjadi terkontrol.

Sebuah pembelian barang atau jasa akan disesuaikan dengan budget yang tersedia. Hal ini akan membantu mengerem pembelanjaan hal-hal yang tidak diperlukan.

Jadi, kartu kredit yang ada tidak akan terpakai.

3) Perkecil pagu kredit

Semakin sering Anda menggunakannya, semakin sering tawaran untuk menaikkan pagu kartu kredit. Semakin tinggi pagu kartu kredit, semakin tinggi semangat belanja.

Oleh karena itu, kalau memang harus memiliki kartu kredit, jangan ikuti penawaran peningkatan pagu. Tetap biarkan batasnya ada pada nilai tertentu yang sesuai dengan keinginan kita.

Dengan begitu akan selalu ada rem yang pakem untuk menghambat jor-joran dalam penggunaan kartu kredit

4) Bayar sekaligus dan bukan mencicil

Kalau ternyata kondisi memaksa untuk mengambil hutang dari kartu kredit, pastikan agar pembayarannya tidak dilakukan secara mencicil.

Tanpa mencicil pun, biasanya sudah ada tambahan biaya administrasi yang lumayan besarnya, apalagi kalau dibayar secara cicilan. Otomatis tambahan bunga akan menjadi beban yang harus dibayar juga.

5) Kalau harus mencicil, jangan nilai minimum

Banyak yang melakukan pembayaran kartu kredit dengan hanya membayar nilai minimum saja, yaitu 10% dari total tagihan. Hal ini sebenarnya sangat tidak baik dilakukan.

Sebab, pembayaran minimum tadi akan dikurangi oleh bunga yang harus dibayarkan untuk keseluruhan nilai tagihan.

Hasilnya, pembayaran pokok hutang hanya mendapatkan porsi yang kecil saja. Bahkan bukan tidak mungkin pembayaran bunga dan biaya administrasi akan lebih besar dari pelunasan pokok hutang.

Jangan berpikir dengan membayar 10% Anda akan dapat melunasi hutang kartu kredit dalam 10 bulan. Beban bunga dan biaya administrasi akan membuatnya menjadi lebih panjang hingga mencapai 15 bulan kalau tidak ada tambahan hutang baru.

Bayar 30-50% kalau memang terpaksa harus mencicil.

6) Ubah tagihan menjadi cicilan berbunga tetap

Pakai kemudahan untuk merubah pembelanjaan dengan kartu kredit menjadi cicilan berbunga tetap. Dengan begitu perhitungan biaya dan beban bunganya akan berubah.

Memang masih tinggi, tetapi tidak akan sebesar biasanya

7) Pinjam hutang lain berbunga rendah untuk melunasi

Bukan jalan yang terbaik, tetapi salah satu langkah menghindari dari jebakan hutang kartu kredit adalah dengan berhutang lagi.

Hal itu bisa dilakukan dengan meminjam KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari bank atau hutang dengan agunan.

Hutang seperti ini akan memiliki bunga lebih rendah dan tenor yang lebih panjang (1-3 tahun). Cicilan perbulannya lebih kecil dan tanpa biaya administrasi seperti pada kartu kredit.

Pergunakan hutang ini untuk melakukan pelunasan hutang kartu kredit. Tapi, pastikan juga budget belanja diperketat dan tidak ada penggunaan hutang kartu kredit baru.

8) Negosiasi dengan bank penerbit

Cara terakhir jika memang hutang kartu kreditnya sudah terlalu besar dan memberatkan, Anda bisa melakukan negosiasi dengan bank penerbitnya.

Jelaskan masalahnya dan kemudian minta dilakukan penjadwalan cicilan beserta dengan keringanan beban bunganya.

Pembayaran cicilan harus tetap dilakukan tetapi besarannya tidak akan lagi sebesar yang tertera dalam lembar tagihan bulanan.

—–

Dari 7 cara ini no 1 sampai 3 adalah yang terbaik karena dengan itu akan memastikan tidak ada jeratan hutang kartu kredit pada keuangan kita.

Meskipun demikian, terkadang situasi memaksa kita menggunakannya dan hal itu bukanlah hal yang tidak umum.

Yang harus diperhatikan sekali adalah kehati-hatian dalam penggunaannya. Jangan pergunakan kartu kredit sembarangan.

Sharing is caring!