4 Tips Menggunakan Keuntungan Hasil Penjualan Bagi Usaha Kecil

Tips Menggunakan Keuntungan Hasil Penjualan Produk Bagi Usaha Kecil

Salah satu hal yang paling sering membuat sebuah usaha kecil tidak berkembang dan bahkan kolaps bukan terletak pada ketidakmampuan memproduksi dan menjual. Masalahnya lebih terletak pada sisi manajemen terutama terkait keuangan.

Salah satu faktor yang sering menjadi penyebab adalah bagaimana mereka menggunakan keuntungan hasil penjualan dari produknya.

Banyak dari usaha kecil memandang keuntungan yang didapat dalam menjual produk sudah menjadi milik pemiliknya dan bisa dipergunakan sesuka hatinya. Sering juga dipakai untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Padahal, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi.

Keuntungan hasil penjualan produk seharusnya tetap dipergunakan untuk memastikan perkembangan usaha itu sendiri dan dipisahkan dari urusan pribadi.

Ada beberapa tips untuk memastikan bahwa profit yang didapat tersebut tidak habis begitu saja.

>1 Sisihkan untuk persiapan mengganti barang modal

Ketika mendapatkan keuntungan dari penjualan, sebaiknya sisihkan 10-15% untuk persiapan mengganti peralatan yang dipergunakan.

Bagaimanapun, peralatan tersebut pada suatu waktu akan rusak dan perlu diganti. Kalau tidak ada penggantian, maka sebuah usaha bisa terhenti.

Jadi, hal pertama yang harus disisihkan dari profit hasil penjualan adalah untuk persiapan mengganti barang modal.

>2 Untuk pengembangan usaha

Sebuah usaha atau bisnis harus berkembang terus agar bisa langgeng. Pemiliknya harus terus berpikir agar usahanya menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Dan, semua itu tidak akan bisa dilakukan tanpa persiapan dana yang cukup.

Oleh karena itu, mengambil 10-15% lagi dari keuntungan hasil penjualan harus dilakukan secara rutin untuk dana pengembangan usaha.

Contohnya, bagi produsen kue kering, pengembangan usaha bisa dilakukan dengan membeli oven yang berkapasitas lebih besar dari yang sudah ada. Bisa juga untuk menyewa toko di wilayah yang lebih ramai.

>3 Dana cadangan

Setiap proses produksi akan selalu memiliki potensi untuk gagal. Peralatan kerja sendiri pun tidak jarang mengalami kerusakan.

Kesemua itu akan sangat menghambat kinerja sebuah usaha dan harus segera diselesaikan supaya usaha bisa berjalan terus.

Masalah yang sering terjadi adalah ketika kegagalan itu datang, tidak ada dana yang cukup untuk segera membetulkan bagian yang rusak. Hasilnya, proses produksinya menjadi terhambat.

Oleh karena itu, pastikan ada yang disisihkan sebagai dana cadangan sebagai persiapan menghadapi kendala yang tak terduga.

Sepuluh atau 15 persen bisa diambil dari keuntungan hasil penjualan.

>4 Dana promosi

Bisa dimasukkan ke dana pengembangan, tetapi bisa juga dipisahkan.

Sebuah usaha, apalagi di masa kini, tidak akan berkembang tanpa yang namanya promosi. Penggunaan media sosial bisa membantu, tetapi kalau mau berkembang lebih lagi, promosi atau marketing akan dibutuhkan.

Dengan promosi dan marketing ini jangkauan produk bisa menjangkau khalayak yang lebih luas lagi.

Untuk melakukan itu akan dibutuhkan dana dan hal itu sebenarnya bisa disisihkan dari keuntungan hasil penjualan.

Baca juga : 9 Tips Supaya Terhindar Dari Hutang

Jadi, jangan pernah habiskan semua keuntungan hasil penjualan sekedar untuk pemenuhan kebutuhan diri sendiri.

Pergunakan sebagian untuk memutar roda usaha lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya.

Sharing is caring!

Leave a Comment