10 Komponen Untuk Menentukan Harga Jual Produk

Komponen Untuk Menentukan Harga Jual Produk

Tidak sedikit orang yang baru mulai berdagang kebingungan sendiri pada saat menentukan harga jual produk yang mereka tawarkan. Mayoritas kemudian mengambil cara mudah, yaitu dengan menambahkan sejumlah profit atau margin, dalam bentuk persentase atau nilai langsung.

Padahal, cara gampang seperti itu sangat beresiko mendatangkan kerugian. Memang terlihat sepertinya mereka tetap mendapatkan margin profit, tetapi sangat bisa jadi ia sebenarnya mengalami kerugian.

Hal itu disebabkan karena ada komponen harga yang luput dari hitungannya.

Oleh karena itulah sebaiknya, sebelum mencoba menentukan harga jual produk apapun, harus diketahui dulu biaya apa saja yang sudah dikeluarkan. Kemudian, sebaiknya juga saat menambahkan profit harus diperhitungkan komponen-komponennya.

Semua ini untuk memastikan sebuah usaha bisa mendapatkan untung, bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga bisa bertahan di masa datang.

Nah, beberapa komponen harga/profit yang harus diketahui adalah di bawah ini

Komponen Biaya Produksi

1> Biaya produksi atau harga beli : biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan produk yang akan dijual (baik saat membuat sendiri atau membeli dari luar)

2> Ongkos tambahan : biaya tambahan yang keluar untuk menyediakan produk , misalkan ongkos angkutan ke pasar untuk membeli terigu, telur, mentega bagi produsen kue kering bisa juga berbentuk barang seperti toples, plastik pembungkus

3> Biaya tenaga kerja : banyak produsen rumahan yang mengabaikan biaya ini karena mereka mengerjakan semua sendiri, tetapi yang seperti itu kurang tepat karena sebagai pekerja, tenaga dan waktu mereka tetap harus dihargai

4> Ongkos lain-lain : mengambil contoh produsen kue kering, gas untuk membakar kue atau listrik untuk membuat adonan kerap diabaikan karena tercampur keperluan rumah tangga. Yang seperti ini tidak baik karena seharusnya tetap dianggap sebagai biaya

Margin/Profit

5> Biaya Kembali Modal : modal yang dikeluarkan harus kembali dalam jangka aktu tertentu. Jadi, dalam profit juga harus diperhitungkan agar pada waktu yang sudah ditetapkan modal yang sudah dibelanjakan sudah terkumpul kembali. Penambahan 5% dari biaya produksi harus ditambahkan, terutama untuk produsen

6> Biaya depresiasi/penggantian peralatan : bagi produsen, misal kue kering, oven, loyang, kompor akan rusak dan pada waktu tertentu harus diganti. Biaya ini harus ditambahkan ke dalam profit agar pada saatnya dana sudah terkumpul untuk membeli yang baru

7> Biaya marketing/promosi : bisnis atau usaha selalu butuh promosi untuk mendapatkan penjualan, seberapapun kecilnya biaya untuk memperkenalkan produk harus juga dihitung dalam margin profit yang diambil dari penjualan

8> Biaya operasional : pengiriman produk kepada konsumen, ongkos sewa lapak/toko, uang kebersihan, dan lain-lain juga harus dibebankan pada penjualan

9> Biaya pengembangan : setiap bisnis harus berkembang baik dengan menambah peralatan atau memperluas sewa toko, biayanya bisa diambil dari penjualan produk

10> Net profit : nah, baru setelah itu jatah keuntungan untuk si pemilik usaha. Besarannya terserah, tetapi harus tetap mempertimbangkan harga pasaran atau pesaing agar produk tetap kompetitif

Nah, itulah komponen yang harus diperhitungkan saat menentukan harga jual sebuah produk.

Sudahkah produk Anda memperhitungkan semuanya itu?

Sharing is caring!

Leave a Comment