10 Jenis Biaya Kartu Kredit Yang Sering Tidak Diperhatikan Pemegang

10 Jenis Biaya Kartu Kredit Yang Jarang Diperhatikan Pemegang

Kemudahan yang diberikan kartu kredit memang sangat menyenangkan bagi pemegangnya. Sistem beli dahulu bayar kemudian jelas mempermudah seorang yang mempunyai kartu kredit untuk memuasakan keinginan berbelanjanya. Meskipun demikian, kalau tidak dipergunakan dengan hati-hati, kartu kredit bisa menjerat dan menimbulkan kesusahan karena selain hutang pokok, setidaknya ada 10 jenis biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu.

Kesemua biaya ini akan tercatat dan dibebankan langsung ke dalam tagihan kartu kredit.

Banyak pemegang kartu kredit yang merasa bingung karena menurut perhitungan mereka hutang seharusnya sudah selesai, tetapi menurut lembar tagihan, ia masih berhutang.

Hal itu terjadi karena banyak orang yang tidak memperhatikan syarat dan kondisi yang berlaku saat mendapatkannya. Ada cukup banyak jenis biaya tambahan kartu kredit yang bisa menjadi tambahan beban penggunanya.

Ke-10 jenis biaya kartu kredit itu adalah

1> Iuran Tahunan

Untuk menjaring semakin banyak pengguna kartu kredit, biasanya bank akan menawarkan promo “gratis” iuran. Hal ini tentunya menarik, tetapi biasanya masa bebas iuran itu hanya pada tahun pertama saja.

Ada lagi yang menawarkan masa bebas iuran jika pembelanjaan yang dilakukan dengan kartu kredit tersebut mencapai limit tertentu.

Bagaimana dengan tahun kedua atau kalau kita tidak belanja mencapai limit tersebut? Ya beban iuran tahunan akan langsung dikenakan.

Nilainya lumayan besar, yaitu antara 150-200 ribu pertahun untuk kartu kredit classic dan 600-750 ribu rupiah untuk kartu platinum.

Tidak murah loh.

2> Biaya cetak lembar tagihan

Sudah merupakan hal yang biasa kalau bank mengirimkan lembar tagihan kartu kredit ke alamat pemegangnya.

Sebuah layanan yang baik sekali, tetapi sebenarnya itu adalah kewajiban dia.

Data tagihan tersebut “dibeli” dan tidak gratis karena pengguna kartu kredit membayar untuk tagihan tersebut.

Bank Permata mengenakan 20 ribu rupiah.

3> Bunganya besar loh!

Belanjanya memang enak karena seperti tidak mengeluarkan uang. Padahal, sebenarnya, nilai uang yang harus dibayarkan bisa lebih banyak lagi.

Bunga kartu kredit itu tidak seperti bunga pinjaman lainnya, seperti KTA (Kredit Tanpa Agunan) atau pinjaman dari mertua. Beban biaya bunga bisa mencapai angka 3% per bulan.

Jika ditotal bunga pertahun mencapai 36% atau lebih dari 1/3 hutang pokok.

Semakin besar hutang yang dilakukan, semakin besar pula biaya bunga yang harus dibayarkan.

4> Biaya keterlambatan pembayaran

Setelah berhutang, pastikan membayar, dan tepat waktu.

Bank tidak akan mau tahu kesulitan yang dialami penggunanya. Yang mereka mau adalah uang yang mereka pinjamkan dikembalikan tepat pada waktunya.

Tentunya, beserta bunga hutangnya.

Keterlambatan satu hari saja dari jadwal yang ditetapkan bisa berujung pada beban biaya tambahan dikenakan pada pengguna kartu kredit. Nilainya bervariasi tetapi rata-rata adalah 1% dari “total” tagihan.

Angka yang langsung dimasukkan ke dalam lembar tagihan dan menjadi beban si pengguna.

5> Biaya penarikan uang tunai

Tidak punya uang tunai di dompet, sebaiknya jangan berpikir untuk menarik uang tunai dari kartu kredit.

Lebih baik membatalkan niat belanja atau membeli sesuatu.

Bukan saja karena hutangnya, tetapi juga karena biaya yang dikenakan untuk setiap penarikan tunai dari kartu kredit.

Untuk satu kali penarikan beberapa bank akan mengenakan biaya Rp. 80 ribu atau 6% dari jumlah uang tunai yang ditarik. Bayangkan saja kalau sekali menarik 2,5 juta, maka beban biaya tambahannya mencapai 150 ribu rupiah.

Kalau menarik 3 X 2,5 juta, silakan dikalikan biaya tambahannya.

Biaya penarikan tunai ini akan menjadi hutang yang harus dibayarkan oleh pengguna kartu kredit.

6> Biaya permintaan bukti transaksi

Simpan bukti transaksi belanja jika menggunakan kartu kredit sebagai cara pembayarannya. Jangan langsung buang.

Karena untuk mendapatkan salinan bukti transaksi saja juga dikenakan biaya. Besarannya tergantung bank yang mengeluarkan kartu, tetapi rata-rata nilainya mencapai 25 ribu per transaksi.

Jadi, jika Anda butuh bukti untuk 10 transaksi, tinggal dikalikan biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

7> Biaya permintaan ringkasan transaksi dalam satu tahun

Kalau tetap butuh bukti transaksi dalam jumlah banyak, bisa meminta ringkasan transaksi dalam satu tahun.

Tapi, jangan dipikir gratis.

Ada biaya yang dikenakan dan langsung ditambahkan ke dalam lembar tagihan dan besarannya bisa mencapai Rp. 100.000.-

8> Biaya perubahan transaksi menjadi cicilan

Tawaran untuk merubah hutang menjadi cicilan merupakan satu fasilitas yang sekarang banyak ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit.

Biasanya diiming-iming dengan bunga 0%.

Menggiurkan.

Tetapi, jangan senang dulu. Ada biaya tambahan tergantung suku bunga yang diambilnya dan bisa mencapai angka 50 ribu rupiah untuk setiap pengalihan hutang menjadi cicilan tetap.

Juga, jangan dipandang otomatis tanpa bunga. Cicilan tersebut akan dimasukkan ke dalam lembar tagihan pada tanggal yang ditetapkan. Kalau tidak dilunasi, maka bunga normal kartu kredit akan tetap dikenakan.

9> Biaya melampaui batas/pagu kredit

Setiap kartu kredit memiliki pagu atau batas kredit. Biasanya dinilai dari pembelanjaan rutin dan kemampuan membayar.

Untuk kebaikan, usahakan hutang tidak mencapai batas ini.

Karena kalau sedikit saja, beberapa ribu rupiah melewati batas ini, ada beban biaya tambahan kartu kredit yang akan dikenakan.

Tergantung bank penerbitnya, biaya kalau nilai hutang melebihi nilai pagu mencapai Rp. 250.000, meski lebihnya hanya 10-20 ribu rupiah.

Jadi, berhati-hatilah dan perhatikan lembar tagihan. Pastikan nilai hutang Anda tidak melewati garis batas yang ditentukan.

10> Biaya penggantian kartu dan PIN

Simpan selalu kartu kredit di tempat yang aman dan tidak terjangkau tangan-tangan jahil.

Berbahaya sekali kalau kartu kredit dipegang orang yang tidak bertanggungjawab karena bebannya akan menjadi beban Anda.

Memang, di saat kartu kredit hilang, kita bisa memblokir secepatnya agar tangan jahil tidak bisa menggunakannya.

Tetapi, untuk mendapatkan ganti, Anda harus mengeluarkan biaya tambahan juga. Besaran tergantung bank penerbit kartu.

Juga, jangan sampai lupa nomor PIN yang pernah dibuat karena berarti Anda harus merogoh kocek untuk membuat gantinya.

—–

Kartu kredit memang memudahkan orang dalam bertransaksi dan berbelanja. Meskipun demikian, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan bijak kalau tidak mau terjebak dalam lubang hutang.

Selain, itu perlu perhitungan dan ketelitian yang tepat juga karena banyaknya biaya kartu kredit yang akan dikenakan. Terkadang, hal yang seperti ini tidak disadari dan terlewat karena terbius oleh kemudahannya.

Pergunakan dengan bijak.

Sharing is caring!