10 Alasan Pria Menangis, Belum Tentu Cengeng

Alasan Pria Menangis , Belum Tentu Cengeng

Dalam kultur banyak masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, pria mengeluarkan airmata dianggap cengeng dan menandakan kelemahan. Oleh karena itu, seringkali pria seperti itu akan dicibir karena tidak dianggap tangguh, seperti yang diharapkan. Padahal, tidak selamanya demikian, banyak alasan pria menangis dan tidak semuanya menandakan dia pria yang tidak tangguh.

1> Ditinggal orang yang dicintainya

Tidak pantaskah seorang suami yang telah menikah puluhan tahun menangis ketika istrinya meninggal dunia?

Cengeng kah seorang ayah mengeluarkan airmata ketika putra atau putri kesayangannya meninggal?

Siapapun wajar saja menangis karena kepergian orang terkasih mereka? Tidak kah Anda begitu?

2> Terharu

Menonton sebuah film yang mengharukan akan mengharubiru perasaan seseorang.

Lalu, ketika penonton pria menangis, apakah ia cengeng? Mungkin saja tidak. Bisa jadi ia memang memiliki kenangan yang sama dengan yang ditampilkan dalam film tersebut.

3> Merasa bersalah atau menyesal

Ketika seorang pria merasa bersalah terhadap apa yang dikatakan atau dilakukannya, perasaan menyesal seringkali hadir. Apalagi kalau ditambah ia menyadari kalau kesalahan yang diperbuatnya membuat dirinya atau keluarganya berada dalam kesulitan.

Bisakah ia disebut cengeng?

4> Lega

Kesulitan keuangan menghadirkan tekanan luar biasa besar bagi pria . Sebagai kepala keluarga, mereka khawatir bukan hanya kepada dirinya, tetapi tentang keluarga yang menjadi tanggung jawab mereka.

Ketika masalah rumit itu terselesaikan, rasa lega luar biasa seringkali hadir dalam hati dan tidak jarang berujung menetesnya airmata.

Haruskah dianggap sebagai bentuk kecengengan?

5> Impian tercapai

Pernah melihat para pesepakbola dunia menangis ketika mereka meraih piala yang diidamkannya?

Mereka tidak cengeng dan terus berusaha sekuat tenaga untuk meraih mimpi.

Ketika impian tersebut tercapai hal itu seperti gunung yang meletus dan semua rasa di dalam hati akan terlepas.

Kondisi seperti ini tidak jarang membuat seorang pria menangis tanpa disadari.

Jelas bukan karena ia cengeng.

6> Melihat orang yang disayangi berbahagia

Bila pernah melihat prosesi sungkeman dalam sebuah acara pernikahan, bukan sebuah pemandangan aneh ketika seorang ayah menangis tersedu saat putra atau putri mereka bersujud meminta doa restu.

Disana ada kebahagiaan tak terkira sekaligus perasaan sedih karena harus melepas orang yang diasuh dan disayanginya akan menempuh hidup baru.

Padahal, bisa jadi sehari-harinya pria itu galak dan keras.

7> Bahagia

Melihat bayi mungilnya lahir dalam keadaan sehat wal a’fiat dan kabar ibunya juga selamat tidak jarang menjadi alasan seorang pria menangis.

Rasa bahagia tak terkira pun akan mendorong keluarnya luapan emosi, apalagi ketegangan saat menanti kabar tentang calon anak dan istrinya.

8> Kangen

Ingin ketemu susah karena terpisah jarak, mau menemui orang-orang tersayangnya tidak mampu karena berbagai alasan.

Kondisi seperti ini akan menimbulkan kangen yang luar biasa dan tidak jarang menyebabkan seorang cowok menangis.

9> Putus asa

Banyak sekali kondisi dalam hidup dimana kita seperti terbentur tembok. Apalagi di masa pandemi sekarang dimana selain bahaya Covid, juga perekonomian hancur lebur dimana-mana.

Hal ini sering menyebabkan orang, termasuk pria kebingungan untuk menemukan solusi karena situasi yang memang sedang berat sekali. Kalau cewek boleh menangis karena merasa putus asa, tetapi kenapa cowok tidak?

Ya boleh saja, apalagi bagi mereka yang menjadi kepala keluarga, tentu ada rasa takut dan kekhawatiran terhadap nasib keluarga mereka.

10> Takut / Phobia

Phobia atau ketakutan pada sesuatu itu bisa terjadi pada semua orang. Seperti pria yang takut pada ulat, ketika ia melihat atau berada di dekat ulat saja bisa menyebabkan hadirnya rasa takut yang luar biasa.

Mereka bisa menjerit, menangis dan histeris di luar kontrol akibat hal itu.

Bukan karena cengeng.

—–

Tidak selamanya alasan pria menangis adalah karena dia cengeng. Banyak hal lain yang kadang tidak terungkap.

Lagi pula, kenapa harus mempermasalahkan pria menangis, toh bagaimanapun, pria tetaplah manusia yang punya perasaan juga. Memang hanya kaum wanita saja yang punya perasaan?

Iya kan?

Sharing is caring!

Leave a Comment