Pekerjaan Sebagai Blogger Bisa Jadi Penuh Stress

Pekerjaan sebagai blogger, apalagi yang full time dianggap banyak orang merupakan profesi yang jauh dari kata stress.

Bisa bekerja dari rumah, mengatur waktu sendiri, dan uang datang dengan sendirinya.

Tidak ada boss yang akan marah kalau pekerjaan tidak beres. Tidak ada jam kerja yang mengikat. Tidak perlu terkungkung di meja kerja yang sempit dan penuh dengan berkas.

Pekerjaan yang sepertinya ideal dan sangat menyenangkan.

Padahal, kondisi sebenarnya sangat jauh dari seperti itu.

Pekerjaan sebagai blogger, kalau bisa disebut pekerjaan atau profesi, tidak beda dengan berbagai pekerjaan lain. Bisa sangat menekan dan penuh dengan stress.

Kehidupan sebagai blogger bisa tidak beda dengan karyawan, buruh, atau berbagai jenis pekerjaan lainnya.

Bisa sangat menyebalkan.

Pekerjaan Sebagai Blogger Bisa Jadi Penuh Stress

Memang tidak salah sepenuhnya kalau orang awam melihat dunia blogger sebagai dunia tanpa stress. Tetapi, itu hanya berlaku bagi blogger yang tidak menjadikan kegiatan bloggingnya untuk mencari uang.

Blogging sebagai sebuah kesenangan memang penuh dengan masa-masa bahagia. Mau menerbitkan artikel baru atau tidak, semua akan terserah si bloggernya. Kalau ada uang masuk dari iklan syukur, tidak pun tidak masalah.

Bebas.

Hanya, hal itu tidak berlaku bagi blogger yang menjadikan kegiatan bloggingnya untuk mendapatkan uang.

Ia menjadi tidak bedanya dengan seorang pegawai bagi bisnis medianya sendiri. Berbagai aspek yang biasa dihadapi dalam dunia bisnis pun akan ada dalam kehidupan blogger pencari uang seperti ini.

Contohnya,

1. Penurunan trafik pembaca bisa bikin bete

Bagaimana tidak bikin stress karena trafik pengunjung yang datang ke blog adalah inti dari blog sebagai bisnis.

Penurunannya berarti, pemasukan uang dari iklan akan berkurang. Pihak yang hendak memasang iklan juga akan menahan diri dan bisa membatalkan niat memasang iklan karena mereka tentunya lebih memilih blog yang lebih banyak pengunjung.

Penurunan trafik pembaca juga berarti ada yang salah dengan blog. Entah kalah dalam persaingan di mesin pencari, atau topik yang ditulis tidak uptodate sehingga tidak menarik pembaca, atau hal teknis seperti masalah pada server/hosting, dan masih banyak kemungkinan lain.

Blogger dalam hal ini harus berhadapan dengan berbagai kemungkinan penyebab, yang harus ditemukan penyebabnya.

Dan, kemudian menemukan solusinya.

Tidak pusing gimana?



2. Penerbitan artikel Yang Memusingkan

Untuk memastikan pembaca setia kepada blog kita, maka sang blogger haruslah secara rutin menerbitkan artikel atau istilahnya mengupdate blog.

Dengan begitu, pembaca setia akan terpuaskan dengan tulisan yang baru, dan pada saat bersamaan mencoba menjaring pembaca yang baru.

Dan, itu bukanlah sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

“Pekerjaan?” Iya, karena berarti sang blogger harus mencari ide, mencari info, dan menulis. Meski katanya menyenangkan, menulis sendiri adalah pekerjaan yang memakan energi banyak meski dilakukan bisa sambil duduk atau tiduran.

Apalagi, biasanya seorang blogger memiliki “jadwal” penerbitan posting, yang artinya sama dengan deadline yang harus dipenuhi.

Memang tidak akan ada boss yang memarahi kalau postinga telat tayang, tetapi ada pembaca yang kecewa kalau ternyata artikel baru tidak muncul pada saatnya.

Pembaca yang kecewa bukanlah hal yang diharapkan oleh setiap blogger.

3. Ide yang sering nggak mau nongol

Menulis itu membutuhkan ide untuk diterjemahkan dalam bentuk tulisan.

Masalahnya, seringkali ide itu bertingkah seperti jelangkung. Saat diundang tidak datang, saat tidak diundang datang.

Bukan sebuah hal yang aneh, saat jadwal penerbitan posting mendekat, kepala biasanya menjadi kosong seperti rumah yang penghuninya pergi mudik. Melompong.

Dipaksa dengan berbagai cara sekalipun, bukan ide yang muncul, tetapi kepala yang tambah pusing karena ingat deadline.

Apalagi, kalau postingannya itu sudah dipesan oleh pihak sponsor.

Peningnya kepala tidak beda dengan karyawan di akhir bulan, saat gajian belum juga datang.

Dan, itu hanya tiga dari berbagai masalah dalam kehidupan seorang blogger.

Masih ada banyak tambahan kepusingan lain yang belum disebutkan. Apalagi kalau bloggernya masih belum full time alias paruh waktu.

Keruwetan bisa ditambah dengan istri yang ngajak belanja, anak yang minta ditemani bermain, tetangga yang ngajak ngopi bareng, dan berbagai urusan lain yang sebenarnya tidak mendukung kegiatan blogging.

Semua menambah tekanan kepada diri sang blogger. Jadi, jangan heran juga, meski kelihatannya pekerjaan sebagai blogger itu menyenangkan dan santai, sebenarnya tidak.

Yang namanya pekerjaan akan selalu punya sisi yang tidak menyenangkan. Begitu juga blogging kalau dipandang sebagai profesi atau pekerjaan.

Sama-sama bisa membuat stress dan penuh tekanan.

Sharing is caring!

2 thoughts on “Pekerjaan Sebagai Blogger Bisa Jadi Penuh Stress”

  1. Byuh… Saya kira sekarang semua sudah pindah jadi YouTuber, ternyata blogger fulltime juga masih ada, bahkan banyak mungkin ya?

    Panjenengan juga blogger fulltime kayaknya kalau lihat blognya banyak sekaligus updatenya ngeri saya lihatnya.

    • Belum Mbakyu, saya masih part time blogger saja. Masih lumayan banyak yang tetap di jalur blog kok mbak dan ga jadi youtuber.

      Memang niatan sih pingin jadi full time sebagai persiapan pensiun, jadi saya nganggepnya sebagai kerja sambilan saja. Iseng-iseng dapat uang juga.

Comments are closed.