Perlukah Belajar Photoshop Untuk Menjadi Fotografer Yang Baik ?

Perlukah Belajar Photoshop Untuk Menjadi Fotografer Yang Baik ?

Adobe Photoshop atau lebih sering disingkat Photoshop merupakan sebuah software pengedit foto yang sangat populer, baik di kalangan foografer atau awam. Berbagai tools di dalamnya akan sangat membantu untuk bisa menghasilkan sebuah foto yang enak dilihat.

Begitu populernya software yang satu ini, sampai ada yang berkata bahwa untuk menjadi seorang fotografer yang baik, ia harus juga mau belajar Photoshop?

Pertanyaannya, sebegitu pentingkah Photoshop sehingga tanpanya seseorang tidak bisa menjadi seorang fotografer yang baik?

Jawabannya ternyata …

Tidak mudah dirumuskan dan dipastikan.

Semua akan berujung pada kata “TERGANTUNG … ”

Penggunaan Photo Software Editing atau perangkat lunak pengubah citra memang sulit dipisahkan dari kegiatan fotografi di zaman digital seperti sekarang ini. “Hampir” semua foto yang ditayangkan, entah di website atau di Instagram, sudah mengalami post processing alias pengolahan pasca keluar kamera.

Kata “hampir” diberikan tanda kutip karena pada dasarnya tidak semua. Masih banyak orang yang tidak melakukan pengeditan foto karena mereka sudah merasa cukup dengan foto yang dikeluarkan kameranya.

Jadi, tidak semua melakukan pengeditan.

Kalau tidak merasa perlu melakukan pengeditan, ya tidak perlu belajar Photoshop. Untuk apa?

Disini saja sudah terlihat bahwa pernyataan bahwa untuk menjadi fotografer yang baik tidak selalu berarti harus belajar Photoshop juga.

Di bawah ini ada beberapa alasan lain bahwa pernyataan tentang Photoshop di atas sebenarnya berlebihan juga.

1. Kamera digital itu sebuah komputer mini 

Yap, memang begitulah adanya. Kamera digital bahkan pada smartphone sekalipun adalah komputer mini. Di dalamnya sudah terdapat aplikasi pengolah gambar.

Tentunya tidak secanggih Photoshop, tetapi fungsinya hampir sama, yaitu mengolah foto yang direkam kamera.

Jadi, kalau pemotretnya sudah merasa puas dengan hasil dari post processing dengan aplikasi di kamera, ya tidak perlu belajar Photoshop lagi


2. Software atau aplikasi pengedit foto bukan cuma Photoshop

Pernah dengar nama GIMP, Photoscape, Picasa, Lighroom ? Nama-nama itu adalah software pengedit foto.

Kemampuannya tentu berbeda-beda, tetapi fungsinya sama yaitu untuk mengedit foto.

Jika pengeditan hanya sekedar cropping, burning & dodging, mengubah kontras, terang atau gelap, semua software tadi bisa dipakai. Apalagi beberapa diantaranya tidak berbayar alias gratis.

Pilihannya banyak. Photoshop hanya salah satunya.

3. Foto yang bagus butuh lebih dari sekedar Photoshop

Photoshop memang akan membantu mengedit foto dan memperbaiki kekurangan yang ada. Betul sekali.

Tetapi, Photoshop tidak akan banyak gunanya kalau foto yang keluar dari kamera sudah jelek secara komposisi. Mau bagaimanapun diedit, kalau penempatan obyeknya tidak bagus, latar belakang jelek, foto blur, hasil editan tetap akan jelek juga.

Jadi, untuk apa belajar Photoshop kalau skill memotretnya masih jelek ?

4. Tujuan Memotret

Tujuan orang menjadi fotografer berbeda-beda. Untuk seorang fotografer yang menekuni pre-wedding atau wedding, belajar Photoshop bisa menjadi keharusan.

Tetapi, bagi yang bergelut di dunia jurnalistik, justru pengeditan foto itu dilarang. Foto yang ditampilkan sebisa mungkin harus tampil apa adanya seperti saat keluar dari kamera.

Paling jauh, pengeditan hanya untuk mengatur kecerahan saja.

Lalu untuk apa belajar Photoshop, jika tujuannya menjadi fotografer jurnalistik.

Adobe Photoshop adalah software yang sangat bagus. Jelas sangat membantu dalam bidang fotografi.

Tetapi, untuk menghasilkan foto yang bagus dan menjadi fotografer yang baik, kunci utamanya bukan pada kemampuan mengedit foto saja.

Porsi utama seorang fotografer yang baik justru ada pada ide, kreatifitas, skill menggunakan kamera, dan masih banyak hal lainnya.

Photoshop merupakan pelengkap dan opsi, sebuah pilihan untuk mengembangkan diri saja. Seseorang tetap bisa menjadi fotografer yang baik, bahkan tanpa perlu belajar Photoshop sekalipun.

Sharing is caring!