Nyetrit Bukan Sekedar Gaya-Gayaan Nenteng Kamera

Nyetrit Bukan Sekedar Gaya-Gayaan Nenteng Kamera

Pernah dengar istilah “nyetrit” ? Belum ? Wajar sih. Memang masyarakat awam pasti kurang akrab dengan kata yang satu ini, tetapi mereka yang menggemari fotografi rasanya pasti akan mafhum tentang maknanya.

Iya, memang istilah ini merupakan sesuatu yang umum dalam dunia fotografi.

Apa artinya ? Jawabannya adalah turun ke jalan untuk hunting foto atau berburu foto.

Bisa dimengerti juga kalau kemudian ada yang mengerutkan kening mengapa “turun ke jalan” kalau mau membuat foto yang bagus, kenapa tidak pergi ke tempat-tempat yang instagrammable, yang sebenarnya cuma omong kosong itu?

Pandangan yang bisa dimaklum mengingat kurang pahamnya masyarakat kalau dalam dunia fotografi itu terdapat banyak sekali genre. Kebanyakan orang hanya pernah mendengar tentang fotografi landscape (pemandangan), portrait (seperti foto dengan model), atau wildlife (alam liar).

Tetapi, sebenarnya ada banyak jenis genre lainnya, dan salah satunya adalah fotografi jalanan, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai street photography.

Genre yang satu ini agak unik karena justru menekankan pada memotret kegiatan manusia di ruang publik. Obyeknya adalah manusia dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri utamanya adalah sang fotografer tidak mengatur dan mengarahkan obyeknya sama sekali. Bahkan, ada semacam adab bahwa sebisa mungkin mereka tidak mengganggu obyek fotonya agar hasil foto terlihat natural.

Nyetrit Bukan Sekedar Gaya-Gayaan Nenteng Kamera

Bisa dikata street photography adalah genre yang mencoba menampilkan keindahan dari sesuatu yang sebenarnya biasa saja dari kehidupan manusia.

Agak mirip dengan foto jurnalistik, tetapi berbeda karena jarang sekali obyek fotonya adalah orang terkenal dan bernilai berita. Obyek fotografi jalanan hanyalah orang biasa saja.

Dan, dari sanalah istilah “nyetrit” lahir.

Tahukan kalau orang Indonesia itu termasuk kreatif dalam membuat sesuatu yang nyeleneh, alias tidak umum. Daripada menjadi ke-Inggris-Inggris-an, kata “street” atau jalanan diselewengkan menjadi “nyetrit”.

Arti kata aneh ini sebenarnya adalah turun ke jalan untuk berburu foto.

Nyetrit bisa dilakukan sendiri, tetapi sering juga dilakukan secara berkelompok. Jenis peralatan, atau kamera yang dibawa juga tidak ditentukan alias tidak ada batasan. Mau bawa kamera berharga 100 juta rupiah boleh, mau berbekal hanya kamera ponsel juga tidak ada yang larang.

Yang terpenting dalam nyetrit dan fotografi bukanlah kamera yang dipakai, tetapi hasil dari perburuan mereka.

Jadi, jangan heran kalau di masa sekarang ada orang-orang yang menenteng kamera dari berbagai jenis. Banyak dari mereka bukan sekedar ingin pamer koleksi kamera saja, meski ada juga sih yang demikian, tetapi sangat bisa jadi mereka adalah orang yang sedang nyetrit.

Mereka sedang berburu momen menarik yang ada di jalanan, tidak beda dengan pemburu yang sedang mengintai mangsa di hutan. Bedanya hanya, senjata mereka adalah kamera dan obyeknya apa saja yang ada di jalanan.

Sangat bisa jadi, Anda menjadi sasaran dari kamera mereka. Mungkin karena itulah ada baiknya Anda berdandan atau merapihkan diri sebelum keluar rumah, siapa tahu ada fotografer jalanan yang sedang nyetrit dan menganggap Anda obyek yang menarik.

Sayang kan kalau dipotret dalam keadaan kumel.

Sharing is caring!