Godaan Pasti Banyak, Fokus Pada Tujuan Lebih Baik

Godaan Pasti Banyak, Fokus Pada Tujuan Lebih Baik

Tidak terlihat di dunia nyata, tetapi dunia blog di Indonesia sebenarnya sedang dirundung keresahan. Banyak blogger yang beralih profesi atau bahkan sama sekali berhenti mengelola blognya.

Alasannya karena dunia blogging tidak lagi menjanjikan untuk mendapatkan penghasilan.

Semua itu terjadi karena tingkat persaingan di dunia maya semakin keras. Para blogger tidak lagi hanya bersaing dengan sesama blogger saja untuk memperebutkan pemirsa, tetapi dengan banyak kompetitor lainnya, seperti website yang dikelola profesional, media online, media sosial, dan vlogger.

Media massa online dan website profesional dengan kekuatan dana dan sumber daya manusianya seperti tidak berhenti melahap habis pasar pembaca.

Media sosial yang lebih mudah digunakan dan lebih interaktif membuat perhatian banyak orang teralih. Mereka lebih suka berinteraksi lewat Twitter, Facebook, Instagram dibandingkan membaca tulisan para blogger.

Vlogger juga menambah ketat persaingan dengan konten-konten visual mereka, dan sekaligus merebut perhatian banyak orang. Apalagi katanya, lebih mudah mendapatkan follower disana dan iklannya lebih tinggi harganya.

Hasilnya, para blogger semakin terhimpit. Begitulah paling tidak pandangan banyak blogger mengenai situasi di blogosphere (dunianya para blogger) beberapa tahun belakangan ini.

Tidak sedikit blogger yang kemudian meninggalkan blognya dan memilih beralih menjadi vlogger atau youtuber. Paling tidak, mereka menjalankan keduanya, sebagai blogger juga dan sebagai youtuber juga.

Semua karena mereka memandang masa blogging sepertinya sudah lewat dan akan segera berakhir.

Tetapi, saya memilih tetap ngeblog dan menjadi blogger saja.

Bukan tidak menyadari perkembangan zaman, tetapi karena ada banyak sisi lain yang harus dipertimbangkan, seperti :

1. Kalau saya beralih menjadi youtuber, maka saya harus memulainya lagi dari awal. Belajar cara membuat video, mengedit, dan kemudian memasarkannya

Semua akan memakan waktu yang tidak sebentar. Butuh waktu lama untuk belajar dan menjadi ahli dalam bidang tersebut

2, Pengetahuan dan skill yang ada akan terbuang percuma karena menjadi youtuber dan blogger itu berbeda sekali

Blogger menekankan pada menulis, sedangkan youtuber atau vlogger menekankan pada konten visual.

Sebagian besar pengetahuan saya akan terbuang sia-sia dan tidak terpakai.

3. Peluang kesuksesan ada dimana saja 



Kesuksesan dan keberhasilan bukan diraih karena jenis atau bidang yang dipilihnya, tetapi pada bagaimana kita mengolah dan mengelolanya.

Apapun bidang yang kita pilih, selama itu ditekuni dan dijalani dengan sungguh-sungguh, tetap bisa mendatangkan kesuksesan.

Sudah terlalu banyak contoh di dunia nyata tentang itu.

4. Persaingan ada dimana saja, bukan hanya di dunia blogger. Dunia youtuber, medsos-er, vlogger, juga sama saja.

Kalau ada yang berpikir bahwa disana persaingan lebih sedikit, berarti salah besar. Persaingan di bidang yang lainpun akan sama ketat dan kerasnya.

Untuk apa berpindah dari satu bidang ke bidang lain, kalau kompetisinya sama kerasnya.

Jadi, saya putuskan untuk tetap menjadi blogger saja. Sebuah bidang yang sudah saya tekuni selama lebih dari 5 tahun. Bidang yang sudah memberikan saya skill, pengetahuan, dan tentunya penghasilan (walau tidak seberapa besar).

Saya memutuskan fokus pada tujuan utama, yaitu mempersiapkan sumber penghasilan di saat pensiun nanti, yaitu dari blog.

Kondisi yang ada sekarang, saya anggap hanyalah sebuah godaan saja untuk tidak lagi fokus pada tujuan. Dan, saya harus abaikan karena bisa memberi dampak buruk untuk mencapai target yang diinginkan.

Lagipula, pepatah lama ” rumput tetangga selalu lebih hijau ” ada benarnya. Bukan rumputnya yang benar-benar hijau, tetapi keputusasaan dan rasa tidak percaya dirilah yang membuatnya terlihat lebih baik dari yang kita punya.

Karena begitulah sifat dasar manusia, yang pembosan dan selalu merasa tidak pernah puas.

Yang saya harus lakukan adalah mengurus “rumput” sendiri agar menjadi lebih “hijau” dengan menjadi lebih kreatif dan bekerja lebih keras.

Iya nggak sih?

Sharing is caring!