Pak Jokowi : Jangan Nilai Orang Dari Penampilan Lihat Perbuatannya

Pak Jokowi : Jangan Lihat Penampilan Lihat Perbuatannya

Bukan sebuah hal baru dan memang biasa terjadi dalam masyarakat kalau seseorang biasanya pertama kali dinilai dari penampilannya. Meskipun sudah banyak sekali ajaran atau pepatah yang menyarankan sebaliknya, tetapi kebiasaan lama ini sulit dihilangkan.

Mungkin karena itulah, sebuah tweet dari Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Pak Jokowi menjadi menarik. Hampir pasti tweet itu tidak dilakukannya sendiri tetapi oleh sebuah team yang mengelola media sosial kepresidenan, tetapi tetap saja patut diperhatikan.

Tweet kali ini lebih banyak berupa gambar saja, sebuah kartun mirip komik. Pengantarnya hanya pendek saja

” Perbuatannya bukan penampilannya”

Ceritanya mengambil setting di Commuter Line atau KRL Jabodetabek. Dimulai saat pintu akan ditutup dan pada salah satu bagian ada gambaran seorang pemuda berpakaian ala punk atau preman duduk di antara penumpang lainnya.

Melihat penampilannya yang menyeramkan, penumpang lain yang duduk di sebelahnya merasa takut dan tidak nyaman.

Setelah pintu kereta ditutup, seorang nenek-nenek masuk dan kebingungan melihat semua tempat duduk sudah penuh.

Pada saat itu, si pemuda “menyeramkan” tadi berdiri dan kemudian menepuk bahu si nenek. Penumpang yang lain sudah menduga yang aneh-aneh, mengingat penampilan sang pemuda.

Tetapi, tidak dinyana, sang pemuda rupanya berdiri untuk memberikan tempat duduknya untuk sang nenek. Mulanya sang nenek menolak, tetapi si pemuda mempersilakan wanita tua itu untuk menempati kursinya.

Sangat inspiratif. Pesan “Jangan menilai orang dari penampilannya melainkan dari perbuatannya” tersampaikan dengan baik.

Sekaligus menyentil sekali.

Apalagi, basis dari pembuatan kartun ini berdasarkan realita yang banyak sekali terjadi di atas Commuter Line. Tidak sedikit mereka yang berpakaian rapi dan terkesan sebagai berpendidikan, justru memilih untuk pura-pura tidur ketika ada penumpang lain, seperti wanita hamil atau lansia yang masuk. Mereka enggan memberikan bahkan sekedar tempat duduk di kereta.

Itulah mengapa tweet dari Pak Jokowi ini terasa sangat mengena, apalagi bagi mereka yang menggunakan jasa si ulat besi.

Bila ingin melihat lengkapnya komik tersebut, silakan lihat di bawah ini.

Bagaimana menurut Anda, inspiratif kan?

Sharing is caring!